Minggu, 28 Mei 2017

Chalid-Ratu duta wisata Aceh Barat 2017

id aceh barat, duta wisata
Chalid-Ratu duta wisata Aceh Barat 2017
ilustrasi - Finalis Inong atau wanita memakai pakaian adat saat akan tampil pada malam penobatan Agam Inong duta wisata daerah Kota Banda Aceh 2017 di Gedung AAC Dayan Dawod, Banda Aceh, Aceh, Jumat (7/4). Keberadaan duta wisata daerah yang silih berganti dengan seleksi yang ketat setiap tahunnya diharapkan menjadi bagian terdepan dalam menggali dan memperkenalkan kehidupan seni, budaya, dan pariwisata daerah. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Meulaboh (ANTARA Aceh) -  Chalid Susanto dan Ratu Nevel Sari dinobatkan sebagai "Agam Inong" (pria-wanita) atau sebagai pasangan duta wisata Kabupaten Aceh Barat yang dipersiapkan untuk mengikuti pemilihan duta wisata Aceh tahun 2017.

Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan, duta wisata tersebut diharapkan menjadi "penuntun" kunjungan wisatawan sekaligus berperan aktif mempromosikan potensi dan objek wisata di daerah tersebut.

"Duta wisata, bukan hanya sekedar mengikuti perlombaan dan berhasil menjadi juara, tapi lebih dari pada itu harus mampu menjadi orang yang mempromosikan objek wisata daerah kita pada setiap kesempatan," katanya.

Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten III, Tabrani pada malam penobatan duta wisata Aceh Barat tahun 2017 sekaligus penutupan acara, diyakini kedua duta wisata mewakili daerah itu bisa meraih prestasi lebih baik ke depan.

Duta wisata "agam" yakni Chalid Susanto merupakan mahasiswa jurusan Development Studies di University of Melbourne Australia, sementara duta wisata "inong" Ratu Nevel Sari adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Ajang pemilihan duta wisata tersebut merupakan pintu masuk bagi putra-putri terbaik Aceh Barat untuk tampil ke tingkat provinsi, nasional maupun International, duta wisata terpilih merupakan generasi berbobot dan dianggap mampu mengemban tugas tersebut.

"Sampaikan pada dunia bahwa Aceh Barat banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, daerah kita memiliki budaya yang relegius terhadap pengembangan objek wisata untuk menyukseskan Aceh sebagai destinasi wisata halal Indonesia," sebutnya.

Selain mendapat piagam penghargaan berupa tropi, kepada juara duta wisata Aceh Barat juga diberikan uang pembinaan oleh Pemkab Aceh Barat yang diserahkan langsung pada malam penobatan sekaligus penutupan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Aceh Barat, Teuku Novizar menyampaikan, sebagai salah satu kabupaten di Aceh, daerah tersebut berkewajiban menyukseskan program wisata halal.

Karena itu sebut Novizar, setiap tahapan seleksi yang telah dilakukan tidak terlepas dari kaidah dan syarat-syarat yang ditentukan secara nasional dan kearifan lokal yakni mengedepankan aspek kemampuan pengalaman, keagamaan serta sejarah ke Acehan.

"Petunjuk dalam penyeleksian ini sudah ada, mulai dari nasional hingga provinsi dan Aceh Barat tetap mengacu ke sana. Yang menjadi juara banyak, tapi yang kita pilih mewakili Aceh Barat dua orang mengikuti pemilihan duta wisata Aceh," sebutnya.

Penyeleksian berlangsung selama tiga hari pelaksanaan, peserta calon duta wisata Aceh Barat mengikuti serangkaian tahapan, mulai dari ujian tulis, interview dan melakukan "city tour" ke beberapa kawasan objek wisata sejarah dan relegi di kabupaten tersebut.

Jumlah peserta calon duta wisata sebanyak 25 orang, 10 pria dan 15 orang wanita berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa/i perguruan tinggi daerah dan luar negeri serta masyarakat umum, selama kegiatan berlangsung di pandu oleh instruktur dan panitia.

Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga