Kamis, 21 September 2017

Nelayan diminta lengkapi kelengkapan pelayaran

id aceh utara, lanal lhokseumawe, nelayan
Nelayan diminta lengkapi kelengkapan pelayaran
ilustrasi - Nelayan tradisional menerobos gelombang saat akan melabuh pukat jaring di perairan laut Selat Malaka kawasan Ulee Jalan, Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (12/7). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Blang Bintang mengeluarkan peringatan dini, angin kencang 50 kilometer per jam disebabkan tekanan rendah di teluk Benggala bagian timur lautan Hindia, sehingga terjadi peningkatan gelombang laut Selat Malaka bagian utara mencapai 3 meter dan Timur Aceh mencapai 2,5 meter, sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut harus berhati-hati. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Nelayan  di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh diminta memenuhi berbagai kelengkapan dan administrasi pelayaran sebagaimana diatur oleh pemerintah sebagai salah satu upaya menciptakan kenyamanan dalam berlayar.

Hal itu disampaikan kepada 90 orang peserta yang terdiri dari nelayan serta unsur masyarakat di PPI Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dalam acara Komunikasi sosial Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Jumat.

Dan Lanal Lhokseumawe Kol.Marinir Nasrudin melalui Paspotmar Lanal Lhokseumawe Mayor Laut (P) Suasto, mengatakan, bahwa berlayar dengan aman, mengetahui batas-batas laut NKRI, serta memiliki berbagai kelengkapan kapal  pada saat melakukan kegiatan pelayaran merupakan hal yang sangat penting.

Oleh karena itu, pada acara yang bertemakan, " Melalui kegiatan sosial kita jalin silaturahmi antara TNI AL dengan aparat pemerintah, komponen masyarakat dan keluarga besar TNI (KBT) dalam rangka mewaspadai Proxy war di wilayah NKRI", kepada para peserta yang sebagian besar adalah nelayan menitikberatkan materi tentang kelengkapan pelayaran.

Lanjutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang mayoritas lautnya terbagi kedalam beberapa bagian. Diantaranya laut pedalaman, laut teritorial, Zoba Ekonomi Eklusif, zona tambahan dan laut bebas. Hal itu diharapkan dapat diketahui oleh nelayan, terutama nelayan tradisional.
 
Selain daripada itu, nelayan harus memiliki tiga surat utama dalam melakukan usaha pelayarn. Antara lain, Surat ijin penangkapan ikan (SIPI), Surat Layak Operasi (SLO), Surat persetujuan berlayar (SPB), alat keselamatan, alat komunikasi, GPS, dan peta Laut utk mengantisipasi kejadian yg tidak diinginkan di laut.

''Semua kelengkapan tersebut sangat diperlukan, agar selama melakukan operasionalnya sebagai nelayan dapat lebih aman dan nyaman. Serta bagi nelayan tidak perlu ragu dalam melakukan kegiatannya, karena semuanya sudah ada payung hukum terhadap berbagai perijinan dan lain sebagainya,''  jelas Mayor Suasto.

Sementara itu, pada acara dimaksud, selain dihadiri oleh unsur Lanal Lhokseumawe, juga dihadiri oleh dinas terkait, perwakilan kecamatan setempat, panglima laut (lembaga adat hukum laut) setempat, tokoh masyarakat dan pemuda setempat serta para nelayan.

Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga