Rabu, 23 Agustus 2017

Mahasiswa STAIN Meulaboh dibekali wawasan kebangsaan

id aceh barat, stain tengku dirundeng
Meulaboh (ANTARA Aceh) - Sebanyak 475 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tengku Dirundeng Meulaboh (STAIN-TDM) Kabupaten Aceh Barat, dibekali wawasan kebangsaan pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (BPAK) 2017.

Ketua STAIN-TDM Dr Syamsuar, M.Ag, di Meulaboh, Rabu, mengatakan, regulasi pembinaan mahasiswa baru tahun akademik 2017 sudah mengacu pada pola baru dengan lebih kepada pembentukan karakter dan pembinaan mental spritual mahasiswa.

"Dulunya kita sering menamakan orientasi pengenalan akademik dan kemahasiswaan, sekarang sudah berubah sesuai peraturan yang telah disahkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, bahwa sebutan OPAK, berubah menjadi PBAK," sebutnya.

Dr Syamsuar menyatakan, perubahan itu tidaklah terlalu penting, karena yang paling penting adalah isi dari kegiatanya, sebab selama hampir 10 tahun terakhir kegiatan diberi nama Oreantasi Pengenalan Kampus (Ospek), banyak menggunakan kekerasan.

Kemudian pada 2014, perguruan tinggi agama itu melakukan perubahan terhadap sistem dalam Ospek, mulai dari perubahan nama menjadi Opak dan saat ini sudah dilaksanakan pola PBAK, yakni pembinaan mahasiswa dengan tidak memakai cara-cara senioran.

"Kita  tidak suka dengan cara-cara senioran seperti junior meminta tanda tangan kepada senior. Itu hanyalah ajang mencari kesempatan yang tidak mendidik karakter. Pengenalan kampus kepada mahasiswa baru dilakukan saat ini untuk menciptakan orang-orang yang mandiri, jujur, dan santun, serta berkarakter," tegasnya.

Sementara itu Komandan Korem 012/ Teuku Umar, Kolonel Inf Nefra Firdaus, MM, dalam materinya menyampaikan, melalui wawasan nusantara maupun wawasan kebangsaan memberikan pencerahan generasi muda Aceh dalam mengisi kemerdekaan.

"Kita harus  wujudkan kesatuan dan persatuan segenap aspek kehidupan, baik alamiah maupun sosial, apalagi bagi generasi anakbangsa hari ini, mahasiswa adalah sebagai aset yang sangat penting dalam membangun wawasan kehidupan nusantara," sebutnya.

Danrem 012 menuturkan, sebagai anak bangsa wajib mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segenap rongrongan, baik dari dalam maupun luar. Konsep Geopolitik tersebut hendaknya terus diterapkan dan dikembangkan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan bangsa Indonesia.

"Mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman, keamanan bagi bangsa Indonesia, dengan ikut menjaga dan membina kebahagiaan dan menciptakan perdamain bagi seluruh umat manusia," demikian Danrem 012/ Teuku Umar, Kolonel Inf Nefra Firdaus, MM.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga