Rabu, 20 September 2017

BPJS: Peserta cabang Banda Aceh 2.783.446 jiwa

id banda aceh, bpjs kesehatan
BPJS: Peserta cabang Banda Aceh 2.783.446 jiwa
Logo BPJS Kesehatan. ( FOTO ANTARA)
Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banda Aceh menyebutkan jumlah peserta yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hingga 30 Juli 2017 sebanyak 2.783.446 jiwa.

"Jumlah perserta yang telah terdaftar dalam program JKN-KIS tersebut juga termasuk dalam program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) sebanyak 434.168 jiwa," kata Kepala unit hukum, komunikasi publik dan kepatuhan, BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Maryadi Usman di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela kegiatan publik capaian kinerja BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh yang diselenggaran di Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Ia menjelaskan program Jaminan Kesehatan Nasional"Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya ditunjukkan dengan terus bertambahnya jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh.

Ia mengatakan pencapaian peningkatan jumlah peserta program JKN-KIS di BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh itu mencakup wilayah Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya.

"Pertumbuhan peserta juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang beker jasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh," katanya.

Ia menyebutkan saat ini kantor cabang Banda Aceh telah bermitra dengan 135 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), diantaranya 82 Puskesmas, tujuh dokter praktik perorangan, dua dokter praktik gigi perorangan dan 44 klinik pratama.

Selanjutnya BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh juga telah beker jasama dengan 25 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) diantaranya 21 rumah sakit termasuk di dalamnya empat klinik utama dan tujuh apotek serta tujuh optik.

"Adanya program JKN-KIS juga berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dan ini juga merupakan wujud nyata bahwa kontribusi JKN-KIS memang ditujukan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Ia menambahkan JKN-KIS berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar Rp152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai Rp289 triliun.

"Program JKN-KIS akan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun,"kata Maryadi yang turut didampingi Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Syafruddin.

Ia mengatakan secara bertahap, Program JKN-KIS akan terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta di mana hingga saat ini, jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70 persen dari jumlah proyeksi penduduk Indonesia tahun 2017.

Ia mengatakan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada 2016 sebanyak 177,8 juta untuk kunjungan ke fasilitas kesehatan. Angka kunjungan tersebut terus meningkat dari tahun 2014 dari sebanyak 92,3 juta hingga pada tahun 2015 menjadi sebanyak 146,7 juta.

Ada pun total pemanfaatan di 2016 tersebut terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan mencapai sekitar 120,9 juta kunjungan, untuk rawat jalan di poliklinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta, dan rawat inap 7,6 juta.

Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga