Rabu, 20 September 2017

Bupati Abdya minta aparatur sedekahkan kewenangannya

id abdya, bupati, akmal ibrahim
Blangpidie (ANTARA Aceh) - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim meminta kepada seluruh aparatur di kabupaten itu untuk menyedekahkan kewenangan kepada masyarakat, karena ganjarannya cukup besar diberikan Allah SWT.

"Ini menarik bagi semua aparatur, jangan pikir kerja membantu masyarakat miskin itu gratis, tapi diganjar dengan pahala oleh Allah SWT. Makin kita bantu masyarakat, semakin dipermudah urusan kita oleh Tuhan," katanya di Blangpidie, Senin.

Bupati Abdya menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela acara vaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) pada ternak sapi yang beberapa bulan lalu ada terindikasi di daerah itu sekaligus melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) upaya khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (Siswab).

Acara yang dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Lingkungan, Kementerian Pertanian, Mukti Sardjono, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zulyazaini Yahya, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Puji Hartono, Kadistan Abdya, Muslim Hasan dan ratusan masyarakat petani berlangsung di Kecamatan Lembah Sabil.

Akmal Ibrahim berkata, beribadah kepada Allah SWT tidak hanya cukup dengan mendirikan sholat lima waktu saja, akan tetapi bersedekah kewenangan, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit juga dianjurkan, apalagi membantu untuk mempermudah kerja petani di sawah.

"Rizki itu apa saja, seperti saya jabatan kepala daerah, itu rezeki. Menjadi bupati itu sangat lelah, capek terima tamu, tidak sempat istirahat. Begitu juga dengan jabatan Keujruen Blang (lembaga adat sawah Aceh), juga rezeki. Tapi, walaupun lelah, itulah sedekah kewenangan," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, Allah SWT sudah menerangkan dalam Alquran, belum sempurna ibadah kalian jika tidak mau menyedekahkan sebagaian rezeki yang telah diberikan kepada hambanya.

"Dalam Alquran, mengenai bantu orang miskin ini disebutkan mencapai 23 kali. Jadi, dalam satu ayat diterangkan, bahwa barang siapa yang tidak mau membantu orang miskin itu adalah pendusta agama," jelasnya.

Oleh karena itulah, lanjut dia, dirinya dulu suka membantu petani di perdesaan, itu bukanlah untuk mengambil muka pada masyarakat tani, akan tetapi itu karena tugasnya dan juga bentuk sedekah kewenangan kepada masyarakat.


Editor: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga