Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Banda Aceh menyebut, Pasar Gemilang Lamdingin akan dibangun penahan angin serta dilewati transportasi Trans Kutaraja, sebagai sarana dan prasarana penunjang secara bertahap pascamulai beroperasi pada Senin (15/6).

"Untuk mengatasi keluhan ini, kami bersama Dinas PUPR akan membangun dinding penahan angin memadai. Kami upayakan secepatnya teratasi, karena kenyamanan para pedagang maupun masyarakat berbelanja menjadi prioritas kami sesuai arahan Pak Wali Kota Aminullah," terang Kepala Diskoperindag Kota Banda Aceh, M Nurdin di Banda Aceh, Jumat.

Pihaknya berjanji, berbagai sarana dan prasarana pendukung tersebut akan dipenuhi dalam rangka menyahuti keluhan pedagang terkait embusan angin dari laut yang kerap mengganggu aktivitas mereka di pasar terpadu ini.

Di waktu-waktu tertentu, katanya, hembusan angin memang terasa cukup kencang, apalagi saat ini terjadi angin musim barat di Pasar Gemilang Lamdingin sebagai pengganti Pasar Peunayong akibat terletak di kawasan pesisir pantai.

Ia berujar, menyangkut keberadaan pedagang ikan eceran di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Lampulo akibat letaknya berdekatan dengan Pasar Gemilang Lamdingin cuma akan berlangsung hingga akhir pekan ini.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPS Lampulo. "Dan Insya Allah, mulai pekan depan semua pedagang ikan eceran di sana akan masuk dan bergabung berjualan di Pasar Gemilang Lamdingin," kata dia.

"Proses itu sedang kami laksanakan, dan sebanyak 62 pedagang ikan Lampulo sudah sepakat. Kami mohon pengertian, dan kerja sama semua pedagang untuk bersabar," tutur Nurdin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muzakkir Tulot, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan penambahan rute baru Trans Kutaraja ke Dinas Perhubungan Aceh agar akses transportasi umum menyentuh Pasar Gemilang Lamdingin.

"Dan telah direspon oleh dishub provinsi selaku pengelola. Insya Allah, jika tak ada aral melintang, maka Pasar Gemilang Lamdingin akan dilalui oleh Trans Kutaraja mulai 2021 mendatang," katanya.

Ia mengaku, pihaknya menyediakan sejumlah feeder bus (bus pengumpan) untuk melayani warga kota yang membutuhkan transportasi umum, sembari menunggu operasional Trans Kutaraja. "Bus feeder dishub kota sudah beroperasi sejak 15 Juni lalu sampai sekarang," terang dia.

Ia menyebut, dewasa ini rute bus Pasar Aceh-Pasar Gemilang Lamdingin tersedia dua unit berukuran sedang setiap hari. 

"Hanya saja belum ada pengunjung yang memanfaatkannya. Mungkin belum tahu atau warga lebih memilih membawa kendaraan sendiri, karena areal parkir pasar baru memang cukup luas," kata Muzakkir.



 

Pewarta: Muhammad Said

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020