Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) Pelatihan Mutu Tenaga Pendidik di Dinas Pendidikan Aceh Selatan Mawardi mengatakan, pihaknya sangat optimis kegiatan pelatihan mutu guru yang telah dilaksanakan menghabiskan anggaran mencapai Rp5,5 miliar sangat bermanfaat dalam rangka untuk meningkatkan mutu penddikan di daerah penghasil pala itu.
Namun, apakah ilmu yang telah diperoleh oleh para kepala sekolah dan guru itu benar-benar diimplementasikan di lapangan itu sangat tergantung pada mereka sendiri.
"Jika ditanya apakah dengan menghabiskan anggaran sebesar itu benar-benar akan bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan di Aceh Selatan, maka itu sangat tergantung pada kemauan dan niat tulus ikhlas dari kepsek dan guru itu sendiri," ujarnya di Tapaktuan, Rabu.
Menurutnya, dari jumlah anggaran yang bersumber dari dana Otsus tahun 2014 mencapai Rp7 miliar lebih, yang terserap hanya sebesar Rp5,5 miliar, sedangkan sisanya menjadi Sisa lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tahun 2014.
"Kami hanya menggunakan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk semua kegiatan yang dilaksanakan. Sisa anggaran menjadi SILPA di kas daerah di Dinas Pendapatan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Selatan. Dana ini digunakan semua jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA dan SMK). Azas manfaatnya sangat mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk pendalaman kurikulum K13 dan materi mata pelajaran yang diujian nasional (UN) kan serta pembinaan siswa," ujar Mawardi.
Kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya pendalaman pemahaman Kurikulum 2013 (K-13) dan pendalaman materi UN dengan mendatangkan nara sumber dari Primagama Pusat (Yogyakarta).
Peserta yang mengikuti adalah guru mata pelajaran matematika, wakil kepala sekolah dan guru kelas sebanyak 41 sekolah SMA/SMK.
Dia menyebutkan, pelatihan manajemen kepala sekolah SMA/SMK se Kabupaten Aceh Selatan berlangsung selama lima hari. Peningkatan mutu pendidikan melibatkan guru sekolah, kepala sekolah, bendahara dan pemegang inventaris sekolah.
Selain guru tingkat SMA/SMK, Disdik Aceh Selatan juga memantapkan kualitas guru TK di 200 sekolah, guru SD di 202 sekolah dan SMP 54 sekolah melalui berbagai pelatihan serta melakukan pembinaan kegiatan sekolah seperti O2SN, OSN, dan FLS2N.
"Semua kegiatan pelatihan dan pembinaan guru dilaksanakan di beberapa tempat penginapan (hotel) yang ada di Kota Tapaktuan. Perkiraan saya, ratusan guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK serta pengawas sudah memanfaatkan program ini. Aplikasi dan realisasinya sangat terkantung kepada guru itu sendiri untuk menjabarkan kepada siswa di sekolahnya masing-masing. Intinya, pelatihan guru/pengawas dan pembinaan kegiatan anak didik menguntungkan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi," jelasnya.
Namun, apakah ilmu yang telah diperoleh oleh para kepala sekolah dan guru itu benar-benar diimplementasikan di lapangan itu sangat tergantung pada mereka sendiri.
"Jika ditanya apakah dengan menghabiskan anggaran sebesar itu benar-benar akan bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan di Aceh Selatan, maka itu sangat tergantung pada kemauan dan niat tulus ikhlas dari kepsek dan guru itu sendiri," ujarnya di Tapaktuan, Rabu.
Menurutnya, dari jumlah anggaran yang bersumber dari dana Otsus tahun 2014 mencapai Rp7 miliar lebih, yang terserap hanya sebesar Rp5,5 miliar, sedangkan sisanya menjadi Sisa lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tahun 2014.
"Kami hanya menggunakan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk semua kegiatan yang dilaksanakan. Sisa anggaran menjadi SILPA di kas daerah di Dinas Pendapatan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Selatan. Dana ini digunakan semua jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA dan SMK). Azas manfaatnya sangat mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk pendalaman kurikulum K13 dan materi mata pelajaran yang diujian nasional (UN) kan serta pembinaan siswa," ujar Mawardi.
Kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya pendalaman pemahaman Kurikulum 2013 (K-13) dan pendalaman materi UN dengan mendatangkan nara sumber dari Primagama Pusat (Yogyakarta).
Peserta yang mengikuti adalah guru mata pelajaran matematika, wakil kepala sekolah dan guru kelas sebanyak 41 sekolah SMA/SMK.
Dia menyebutkan, pelatihan manajemen kepala sekolah SMA/SMK se Kabupaten Aceh Selatan berlangsung selama lima hari. Peningkatan mutu pendidikan melibatkan guru sekolah, kepala sekolah, bendahara dan pemegang inventaris sekolah.
Selain guru tingkat SMA/SMK, Disdik Aceh Selatan juga memantapkan kualitas guru TK di 200 sekolah, guru SD di 202 sekolah dan SMP 54 sekolah melalui berbagai pelatihan serta melakukan pembinaan kegiatan sekolah seperti O2SN, OSN, dan FLS2N.
"Semua kegiatan pelatihan dan pembinaan guru dilaksanakan di beberapa tempat penginapan (hotel) yang ada di Kota Tapaktuan. Perkiraan saya, ratusan guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK serta pengawas sudah memanfaatkan program ini. Aplikasi dan realisasinya sangat terkantung kepada guru itu sendiri untuk menjabarkan kepada siswa di sekolahnya masing-masing. Intinya, pelatihan guru/pengawas dan pembinaan kegiatan anak didik menguntungkan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi," jelasnya.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2015