Ratusan warga menghadang kedatangan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal dengan panggil Ahok ke PT Perta Arun Gas di Desa Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
 
Massa menghadang Ahok di Lhokseumawe, Senin, tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Blang Lancang. Penghadangan tersebut dilakukan saat konvoi belasan mobil iringan Ahok tiba di depan pintu II PT Perta Arun Gas.
 
Penghadangan tersebut juga menyebabkan dorong mendorong dan adu mulut antara masyarakat dengan polisi yang mengamankan lokasi tersebut. 
 
Tidak diketahui pasti maksud kedatangan Ahok ke perusahaan gas milik negara itu karena awak media dilarang masuk untuk meliput kegiatan tersebut.
 
Syamsuddin, koordinator aksi, mengatakan penghadangan mereka lakukan tersebut untuk bertemu langsung dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
"Kami masyarakat selaku pemilik tanah adat leluhur meminta Ahok mengaudit PT Pertamina atas anggaran dana sarana dan prasarana milik masyarakat yang tergusur pada 1974," katanya. 
 
Menurut Syamsuddin, Komisaris Utama dan Direktur PT Pertamina harus segera hadir menyelesaikan sengketa lahan di atas makam tanah leluhur masyarakat Blang Lancang. 
 
"Kami juga meminta Presiden Jokowi mengevaluasi kembali dana otonomi khusus Aceh berdasarkan pengorbanan harta benda masyarakat Blang Lancang," katanya. 
 
Syamsuddin mengatakan pihaknya tidak berniat melakukan aksi anarkis dan hanya ingin berjumpa dengan Ahok guba menyampaikan tuntutan masyarakat.
 
"Jangan menghindar dari kami Pak Ahok, Bapak sudah mengunjungi tanah kami, maka sangat diharapkan Bapak mau temui kami," katanya. 
 

Pewarta: Dedy Syahputra

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021