Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismed Nur AJ Hasan mengatakan PMI akan membangun rumah sakit di wilayah Lhoksukon, Aceh Utara.

"Untuk membangun rumah sakit tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp30 miliar dan untuk tahap awal hanya dibutuhkan Rp19-20 miliar, kemudian akan dibangun secara bertahap hingga semuanya rampung," ujar Ismed di Lhokseumawe, Kamis.

PMI Aceh Utara telah mengajukan proposal pembangunan rumah sakit tersebut ke PMI Pusat sejak bulan Maret 2015 dan diperkirakan pembangunannya baru akan terealisasi pada tahun 2016.

Lahan bagi rumah sakit itu telah disiapkan di wilayah Lhoksukon dan rencana induknya juga telah selesai dirumuskan bersama sehingga pembangunan rumah sakit tersebut sudah final.

"Segala administrasinya telah kami kirimkan ke PMI Pusat sejak bulan Maret lalu dan tinggal kita menunggu respon dari pusat. Kami juga telah merumuskan bersama tentang 'master plan'," tutur Ismed.

Menurutnya, rumah sakit tersebut sengaja dibangun di wilayah Aceh Utara karena di Kota Lhokseumawe telah banyak rumah sakit swasta, bahkan terdapat rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Di wilayah Lhoksukon sendiri yang merupakan Ibukota kabupaten Aceh Utara belum memiliki rumah sakit sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan rawat inap yang mendesak terpaksa harus di rujuk ke sejumlah rumah sakit di Lhokseumawe.

Pembangunan rumah sakit PMI Aceh Utara tersebut juga tidak bisa hanya diandalkan melalui APBD Aceh Utara saja, karena masih banyak persoalan lain yang sangat mendesak da membutuhkan kucuran dana tersebut.

"Menurut perkiraan, rumah sakit tersebut akan menyandang status tipe C dan diusahakan untuk naik ke tipe B. Rumah sakit PMI tipe A hanya ada di Bogor, Jawa Barat saja," kata Ismed.

Pewarta: Pewarta : Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2015