Dinas Peternakan Aceh mulai melakukan vaksinasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tahapan kedua terhadap ternak sapi dan kerbau di Aceh guna mencegah penularan yang meluas.

"Kita sudah mulai vaksinasi PMK untuk tahap kedua hari ini," kata Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, di Banda Aceh, Selasa. 

Zalsufran menyampaikan, pada tahapan pertama sebelumnya mereka menerima sebanyak 1.600 dosis dari Kementerian Pertanian, dan semuanya sudah disuntikkan hingga 100 persen. 

Kemudian, pada tahapan kedua ini Aceh menerima sebanyak 25.100 dosis vaksin untuk kemudian disebarkan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, dan proses penyuntikannya dilakukan tim medis daerah.

"Stok kita hari ini ada 25.100 dosis. Sekarang sudah mulai didistribusikan tim lapangan, diantarkan ke kabupaten/kota," ujarnya.

Zalsufran menjelaskan, vaksinasi tersebut diberikan kepada ternak yang masih sehat guna menekan angka penularannya, sehingga penyakit tersebut tidak meluas.

"Tahapan pertama dulu alhamdulillah bagus karena vaksinasi nya 100 persen, dan untuk tahapan kedua ini juga kita targetkan mencapai 100 persen," katanya.

Tak hanya vaksinasi, kata dia, pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi wabah ini juga terus dilakukan secara berkolaborasi dengan semua pihak terkait.

Zalsufran menambahkan, untuk saat ini pihaknya lebih fokus menangani penyebaran PMK di Kabupaten Aceh Besar, hal itu dilakukan karena wabah tersebut semakin meluas di daerah tersebut. 

"Karena Aceh Besar semakin meluas, sangat kontradiktif dengan Aceh Tamiang yang dulunya paling besar, tetapi mereka mampu menyembuhkan," demikian Zalsufran.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan terakhir perkembangan sebaran kasus PMK di Aceh hingga Senin (18/7) telah mencapai 38.269 ternak, diantaranya 49 ekor dilakukan pemotongan paksa, mati 245, sembuh 29.645 sembuh, dan yang masih sakit tersisa 8.330 ekor.
 

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022