Blangpidie (ANTARA Aceh) - Irigasi Krueng Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dibangun tahun 1992 memiliki debit air melimpah, tetapi tidak dapat dialirkan ke areal persawahan karena saluran sekunder masih sangat terbatas.
Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Abdya, Muliadi di Blangpidie Minggu mengatakan, akibat masih terbatasnya saluran sekunder di sebelah sayap kanan irigasi tersebut sebagian besar lahan sawah terpaksa harus menggunakan sistem tadah hujan.
Padahal, irigasi yang dibangun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Susoh memiliki debit air yang sangat besar, yakni mencapai 3112.80 liter per detik dan mampu mengairi lahan sawah seluas 5.900 hektare untuk tujuh kecamatan.
"Irigasi yang dibangun pada tahun 1992 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini hanya bisa dimanfaatkan 2.178 hektare lahan sawah yang berada di tiga kecamatan karena belum memiliki saluran sekunder," katanya.
Kata dia, saluran sekunder yang dibangun tersebut khusus yang berada di sebelah sayap kanan, yakni mulai dari Desa Ladang Neubok, Kecamatan Blangpidie hingga ke kawasan lahan persawahan di Kecamatan Kuala Batee.
"Ada sekitar 10 kilometer lagi saluran sekunder yang belum terbangun di sisi sayap kanan. Berhubung irigasi itu wewenang pusat, jadi kita sudah melaporkan rencana penambahan saluran sekunder itu pada balai wilayah Sumatera Aceh, namun belum ditanggapi," katanya.
Sapril, salah seorang petani di Kecamatan Jeumpa mengatakan, lahan sawah yang berada di sebelah sayap kanan irigasi Krueng Susoh sekitar 2.000 hektare dan masih menggunakan pengairan sistem tadah hujan.
"Lahan sawah yang belum memiliki saluran sekunder itu terdapat di 19 desa dalam Kecamatan Jumpa dan Kecamatan Kuala Batee. Jadi, pada saat memasuki musim turun ke sawah petani harus menunggu hujan turun untuk proses pembajakan," katanya.
Kata dia, proses pengairan dengan menggunakan air hujan sudah berlangsung puluhan tahun karena terbatasnya saluran sekunder yang dibangun pemerintah pada sayap kanan irigasi Krueng Susoh.
Ia berharap pembangunan saluran sekunder sepanjang 5 kilometer di sebelah sayap kanan irigasi Krueng Susoh harus diprioritaskan oleh pemerintah supaya lahan sawah terbebas dari tadah hujan.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2016