Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Tanaman Pangan Kementan RI, Priatna Sasmita berharap Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Aceh terus mengidentifikasi standar instrumen pertanian baru di tanah rencong.

"BPSIP Aceh harus dapat mengidentifikasi instrumen pertanian baru sehingga dapat memberikan potensi standar baru di bidang pertanian," kata Priatna Sasmita saat menghadiri pisah sambut Kepala BPSIP Aceh dari pejabat lama Ferizal kepada pimpinan baru Firdaus, di aula BPSIP Aceh di Banda Aceh, Senin.

Priatna menyampaikan, selama ini penerapan instrumen pertanian tidak menjadi hal yang baru untuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, sehingga di BPSIP Aceh yang baru  tidak lagi harus memulainya dari nol kembali.

"Kedepannya, selain mengidentifikasi, BPSIP Aceh juga sangat dan harus berperan dalam mengakselerasi dan mengevaluasi standar-standar pertanian yang selama ini sudah ada," ujarnya.

Priatna menambahkan, Kementerian Pertanian mengharapkan pergantian tersebut juga dapat meningkatkan kinerja institusi dalam menjalankan tupoksi baru. 

Sementara itu, Kepala BPSIP Aceh Firdaus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan sebelumnya atas dedikasinya membangun BPTP Aceh selama lima tahun terakhir.

"Kita berharap kedepannya para stakeholder dapat terus menjalin kerjasama yang baik untuk membawa estafet dalam pelaksanaan tugas BPSIP Aceh ini," kata Firdaus.

Sementara itu, Kepala BPSIP Aceh periode sebelumnya Ferizal menegaskan bahwa selama 2018-2023 dirinya telah melakukan pembinaan SDM, infrastruktur dan manajemen di balai tersebut.

Namun, pada tahun ketiga hingga keempatnya ia mendapatkan tantangan berat yakni adanya wabah COVID-19 yang mengakibatkan semua anggaran kegiatan dihapus, sementara tuntutan sebagai mandat pertanian tetap harus dijalankan. 

"Meski demikian saya mohon maaf jika banyak kekurangan selama memimpin serta mohon dukungannya selalu kepada stakeholder yang banyak terlibat dan membatu BPSIP Aceh selama ini," demikian Ferizal.

Baca juga: Distanbun tetapkan harga TBS sawit tertinggi di Aceh Rp2.138 per kg

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023