Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Masyarakat Gampong (desa) Jambo Papeun, Kabupaten Aceh Selatan dihebohkan dengan kawanan rusa yang kerap turun ke perkampungan mereka.

Harun (40), seorang petani di Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Senin mengatakan, keberadaan kawanan rusa yang sering turun di kawasan gunung dekat perkampungan penduduk itu terjadi sejak kawasan hutan belantara daerah itu sudah banyak dirambah.

Keberadaan hewan langka yang dilindungi itu, menarik perhatian warga setempat karena binatang yang dikenal cukup susah ditangkap itu selama ini hidup di hutan belantara, tapi tak diduga sekarang ini sudah sering turun ke perkampungan penduduk.

"Di atas sana (hutan belantara) sudah ramai orang datang. Baik orang yang mencari burung, rotan, kayu arit, membuka tambang emas, tebang kayu maupun membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)," katanya.

Semenjak kawasan hutan belantara bahkan sampai ke Kawasan Ekosis Sistem Taman Nasional Gunung Leuser itu sudah banyak dirambah oleh manusia, menurutnya, secara otomatis mengganggu habitat rusa di daerah itu.

"Hal ini bisa jadi lebih kepada faktor ketersediaan makanan. Buktinya demi untuk mendapatkan makanan masyarakat pernah menjumpai rusa di belakang rumahnya. Selain dilihat secara langsung dengan mata, bukti keberadaan rusa di dekat perkampungan penduduk juga bisa dilihat dari bekas tapak (jejak) kaki," sebutnya.

Karena keberadaan kawanan rusa tersebut sudah mudah dijumpai, kalangan masyarakat setempat sudah mulai menangkapnya dengan cara memasang perangkap.

Menurut keterangan Harun, terhitung sejak beberapa bulan terakhir saja, masyarakat Jambo Papeun sudah berhasil menangkap beberapa ekor yang umurnya rata-rata sudah bertanduk cabang empat.

"Kalau saya sendiri sejauh ini baru satu ekor berhasil saya tangkap. Tapi kalau masyarakat yang lain sudah banyak karena keberadaan rusa pun sering turun ke perkampungan penduduk. Kecuali khusus terhadap satu ekor berbadan besar yang selalu dikawal oleh harimau itu sangat sulit ditangkap bahkan dipastikan tidak bisa karena sudah pernah kena perangkap tapi putus meskipun perangkap menggunakan kabel ukuran besar," ungkapnya.

Untuk rusa yang umurnya sudah bertanduk cabang empat, kata dia, bisa dijual oleh masyarakat setempat seharga antara Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta. Penjualan itu bisa dengan cara diencer kepada konsumen dalam Kecamatan Meukek namun ada juga dibawa secara khusus ke Blangpidie,  Kabupaten Aceh Barat Daya.

Pewarta: Hendrik

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017