Kementerian Pertanian mulai merehabilitasi dan menanam kembali sawah terdampak banjir serta longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, guna memulihkan produksi pangan, menjaga pendapatan petani, dan memastikan musim tanam berjalan normal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemulihan sawah menjadi tanggung jawab pemerintah dengan perhatian penuh sejak bencana terjadi demi memastikan respons cepat dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Hari ini saatnya kita rehabilitasi sawah, irigasi, dan seterusnya. Kami lihat laporan total kerusakan kurang lebih total ketiga provinsi kurang lebih 100 ribu hektare. Insya Allah kita kerjakan mulai yang ringan, sedang, baru terakhir yang berat," kata Mentan dalam peninjauan rehabilitasi sawah yang dipusatkan di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis.

Pemerintah kini memasuki tahap rehabilitasi sawah, irigasi, dan sarana pendukung, dengan total kerusakan sekitar 100 ribu hektare di tiga provinsi, diprioritaskan dari kategori ringan hingga berat.

 

Amran menyebutkan, sekitar 90–95 persen lahan terdampak ringan dan sedang ditargetkan segera dipulihkan, disertai bantuan benih gratis agar petani dapat kembali menanam tepat waktu.

Suasana rehabilitasi dan tanam padi di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Harianto

Program rehabilitasi dilakukan melalui padat karya, melibatkan langsung petani pemilik lahan, dengan upah harian dibayar pemerintah pusat untuk menciptakan lapangan kerja lokal.

"Di sini kami hitung tadi ada kurang lebih 10 ribu hektare (sawah terdampak). Ini membutuhkan HOK, Hari Orang Kerja, kurang lebih 200 ribu. Dan itu digaji harian. Jadi mengerjakan lahannya sendiri," ucapnya.

Sebagai keseriusan pemerintah, Amran menugaskan pejabat teknis dan direktorat terkait untuk siaga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, memastikan pendampingan berkelanjutan hingga rehabilitasi tuntas.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sawah terdampak bencana di wilayah Aceh secara keseluruhan mencapai 54.233 hektare tersebar di 21 kabupaten/kota dengan rincian kategori ringan 23.893 hektare, sedang 8.759 hektare, berat 21.851 hektare.

Untuk tahap awal rehabilitasi dilakukan seluas 13.707 hektare tersebar di Aceh 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.

Dalam rehabilitasi dan penanaman tahap awal Kementerian Pertanian menerjunkan alat mesin 43 unit alat mesin pertanian mulai traktor hingga pesawat tanpa awak (drone), 836 bibit padi, dan 200 ton pupuk urea.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah mulai rehabilitasi-tanam sawah terdampak bencana Sumatera

Pewarta: Muhammad Harianto

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026