Pemerintah Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mengeluarkan surat siaga bencana hidrometeorologi yang ditujukan kepada seluruh masyarakat di wilayah kabupaten kepulauan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue Asludin di Simeulue, Sabtu, mengatakan surat edaran tersebut dikeluarkan menyusul adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam di berbagai titik rawan di Kabupaten Simeulue.
"Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai langkah peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Simeulue," katanya.
Ia mengatakan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem akan terjadi di wilayah Kabupaten Simeulue dalam periode 11 hingga 20 Februari 2026.
Baca: BPBD: Kerugian akibat gempa bumi di Simeulue capai Rp121,5 miliar
"Ancaman yang diantisipasi meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir," katanya.
Untuk itu, kata Asludin, Pemerintah Kabupaten Simeulue mengeluarkan imbauan kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut.
Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat berada di luar rumah dalam terutama saat hujan lebat dan angin kencang. Kemudian, warga yang rumahnya berdekatan dengan pohon besar untuk lebih waspada kemungkinan terjadinya pohon tumbang.
Bagi nelayan diharapkan tidak melaut untuk beberapa hari ini. Apabila melaut diharapkan tidak telah jauh serta menggunakan alat keamanan dan alat komunikasi.
"Pemerintah daerah berharap sinergi dan kepedulian masyarakat meminimalisir risiko dampak kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu ke depan ini," kata Asludin.
Baca: 12 warga luka-luka akibat gempa magnitudo 6,5 di Aceh
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026