Dagangan pedagang pecel sayur di kawasan pekan Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, diserbu pembeli, terutama menjelang waktu berbuka selama bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.ÿ

"Dalam sehari, saya mampu menghabiskan kacang tanah hingga 12 sampai 15 kilogram untuk bahan utama sambal pecelnya," kata Rohana, pedagang pecel, di Aceh Timur, Jumat.

Aroma bumbu kacang yang gurih dan khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan Rohana.

Ia mengaku selama Ramadhan permintaan meningkat drastis dibanding hari biasa. Jika di luar bulan puasa dagangannya hanya menghabiskan beberapa kilogram kacang, kini jumlahnya bisa berlipat ganda. 

"Pembeli mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga anak muda yang ingin menu praktis untuk berbuka," kata Rohana.

Baca: Permintaan kelapa bakar selama Ramadhan di Aceh Barat meningkat

Rohana sudah mulai menyiapkan bahan sejak pagi setiap hari. Kacang digoreng, dihaluskan, lalu diracik dengan bumbu pilihan agar cita rasanya tetap terjaga. 

Ia juga menyiapkan aneka sayuran segar seperti daun ubi, tauge, kacang panjang, dan kol yang direbus dengan tingkat kematangan pas. Semua dikerjakan dengan penuh ketelatenan demi menjaga kualitas rasa yang sudah dikenal pelanggannya.

Rohana bersyukur pecel buatannya banyak diminati. Baginya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan penuh rezeki. Apalagi hasil berjualan pecel menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, terlebih suaminya sudah tidak bekerja karena faktor usia. 

Dari keuntungan itulah Rohana memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar listrik, hingga menabung sedikit demi sedikit untuk keperluan mendesak.

"Alhamdulillah, selama puasa ini ramai sekali. Ini membantu untuk kebutuhan keluarga. Saya berharap dagangan terus diminati hingga akhir Ramadan dan seterusnya," pungkas Rohana.

Baca: Ada Photobooth hingga Jajanan Hits, Exsis Ramadan USK Jadi Magnet "Ngabuburit" di Banda Aceh

Pewarta: Hayaturrahmah

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026