PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyantuni sebanyak 5.000 anak yatim di seluruh Indonesia sebagai bagian memperkuat komitmen sosial termasuk di Provinsi Aceh.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo di Aceh Tamiang, Sabtu mengatakan kegiatan santunan tahun 2026 naik 20 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 4.444 anak yatim.
Ia mengatakan program tersebut dilaksanakan di sembilan titik regional, mulai dari Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, hingga Makassar.
"Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kelima sejak BSI berdiri. Selain santunan, tahun ini kami juga melakukan wakaf Al Quran ke berbagai pesantren di Indonesia sebagai bentuk kontribusi perusahaan sebagai bagian dari Danantara Indonesia," kata Anggoro di Aceh Tamiang, Sabtu.
Ia menjelaskan khusus di wilayah Aceh, kegiatan dipusatkan di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang.
Ia mengatakan pemilihan lokasi bersifat strategis mengingat wilayah tersebut merupakan area pemukiman hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.
Anggoro menambahkan peran BSI tidak hanya terbatas sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat sosial dan spiritual melalui penyaluran zakat serta program beasiswa.
Hingga saat ini, BSI Scholarship telah memberikan akses pendidikan kepada lebih dari 10.000 pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera.
Dari sisi teknologi, BSI mencatatkan kenaikan antusiasme masyarakat dalam berdonasi melalui fitur 'Berbagi' di aplikasi BYOND. Tercatat, angka donasi digital mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen hanya dalam dua pekan pertama Ramadhan.
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi memberikan apresiasi khusus kepada BSI yang dinilai tidak hanya fokus pada aspek profitabilitas, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang.
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama yang kuat antara para pemangku kepentingan. Terima kasih kepada BSI yang telah menjadi mitra strategis, yang tidak hanya bicara soal angka, tetapi juga memiliki hati dan kepedulian sosial," kata Armia.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut guna mewujudkan visi Aceh Tamiang yang lebih madani, maju, dan berkelanjutan.
Ia meyakini kolaborasi yang kuat akan menjadikan Bumi Muda Sedia sebagai ruang yang hidup bagi pengembangan ekonomi lokal sekaligus penguatan nilai-nilai ke Islaman, baik di tingkat regional maupun nasional.
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026