Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menyarankan agar DPR Aceh dapat segera membentuk Panitia Kerja (Panja) Obligasi Aceh guna melakukan tindaklanjut terhadap obligasi yang dimiliki masyarakat provinsi setempat.

"Panja ini bertujuan menggali informasi dari masyarakat, tokoh sejarah dan berbagai komponen, verifikasi dan melakukan inventarisir terhadap obligasi yang saat ini dimiliki masyarakat Aceh," kata Nasir Djamil di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela melihat langsung obligasi yang dimiliki Nurliana anak dari M Husen Sab terkait pembelian pesawat RI 001 senilai Rp33.100 atau tujuh lembar yang terdiri dari tiga lembar Rp10 ribu, tiga lembar Rp3 ribu dan satu lembar Rp100.

Nasir menjelaskan Panja tersebut nantinya akan bertugas melakukan verifikasi, inventarisir serta mengumpulkan berbagai informasi terhadap langkah-langkah yang akan diambil terkait obligasi tersebut.

"DPR Aceh dapat melakukan sejumlah upaya melalui panja tersebut sehingga ada kepastian hukum bagi masyarakat yang memiliki obligasi tersebut," katanya.

Menurut anggota DPR asal Aceh itu dalam beberapa kunjungan ke kabupaten/kota di Aceh, dirinya telah melihat tiga model obligasi dengan jumlah dana yang dimiliki berbeda-beda.

Karenanya, DPRA Aceh dapat mengambil peran dengan segera membentuk Panja obligasi yang nantinya dapat memfasilitasi serta melakukan inventarisir terhadap jumlah obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh.

"Panja DPR Aceh nantinya juga dapat bersinegeri dengan DPR guna melakukan tindaklanjut sehingga adanya kepastian hukum atas obligasi yang kini dimiliki masyarakat Aceh," katanya.

Sementara itu Nurliana anak dari M Husen Sab berharap adanya kepastian dari Pemerintah terhadap obligasi pinjaman konsolidasi 1959 yang dimiliki keluarganya dengan total Rp33.100 ribu.

"Keluarga sudah pernah mengurus pembayaran obligasi ini dan juga pernah mengirim surat kepada Presiden Gusdur, namun tidak ada jawaban serta tindaklanjut. Kami berharap adanya kepastian dan salah satu harapan kami jika adanya pembayaran dari pemerintah akan merehab rumah peninggalan orang tua sebagai lembaga pendidikan," katanya.
 

Pewarta: Muhammad Ifdhal

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018