Kuala Lumpur (Antaranews Aceh) - Kondisi pendakwah yang juga Pimpinan Majelis Taklim Adz-Dzikra KH Muhammad Arifin Ilham yang sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit Gleneagles Jalan Pangkor, Pulau Tikus, George Town, Pulau Pinang, Malaysia, semakin baik.

"Tadi malam saya berjumpa beliau dan sempat bersalaman. Alhamdulillah kondisinya semakin membaik," ujar Konsul Jenderal Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Iwanshah Wibisono ketika dihubungi dari Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

Iwanshah mengatakan KH Muhammad Arifin Ilham tiba di Bandara  Internasional Penang, Kamis (10/01/2019) sekitar pukul 09.30 waktu setempat  dengan menggunakan pesawat jet pribadi dan didampingi istrinya Wahyuniaty Al Waly dan ibunya.

"Saya menunggu di rumah sakit persiapan untuk menyambut kedatangan ustadz sedangkan beberapa staf KJRI Penang ada yang menjemput di Bandara. Kita bagi-bagi tugas," katanya.

Iwanshah mengatakan begitu tiba rumah sakit Ustadz langsung dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU) kemudian dibawa ke ruang isolasi dan sekarang sudah menjalani perawatan di kamar pasien.

"Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Gleneagles Ustadz Arifin Ilham ditangani oleh pakar onkologis Dr M Amir Shah. Sebelumnya beliau sudah pernah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama dua bulan dan menjalani kemoterapi," katanya.

Iwanshah mengatakan selama di Penang kunjungan tamu dibatasi untuk memberikan kesempatan beliau beristirahat dan hanya keluarga dekat serta anggota Majelis Taklim Adz-Dzikra yang diperkenankan.

"Ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menitip pesan agar kami memberikan perhatian kepada ustadz karena beliau milik masyarakat dan milik umat," katanya.

Ustadz Muhammad Arifin Ilham menderita kanker nasofaring dan getah bening stadium 4 sehingga menjalani perawatan khusus di Penang. Sebelum dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ustadz Arifin Ilham juga menjalani perawatan di Penang selama dua bulan.

Pewarta: Agus Setiawan

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019