Sementara itu, untuk operasi lain dan sejumlah layanan penunjang belum maksimal akibat minimnya tenaga medis dan tidak stabilnya infrastruktur, kata Edy Gunawan.
Edy menjelaskan beberapa fasilitas penting seperti radiologi, laboratorium, dan rekam medis terganggu karena listrik dan jaringan komunikasi yang sempat padam total selama beberapa hari.
"Mulai hari ini listrik perlahan pulih, sehingga beberapa sistem mulai kami aktifkan kembali, " kata Edy Gunawan.
Terkait dengan obat-obatan, Edy Gunawan mengatakan persediaannya mulai menipis. Sedangkan permintaan obat ke distributor terhambat oleh akses jalan yang putus.
"Kami sudah mengajukan permintaan persediaan obat-obatan, tetapi pengirimannya belum bisa dilakukan karena akses ke Kabupaten Aceh Timur masih terputus akibat banjir," katanya.
Baca: Stok BBM dan kebutuhan pokok menipis di Aceh Timur, harga melonjak imbas banjir
Edy Gunawan mengatakan para tenaga kesehatan bertugas kini berada dalam kondisi kelelahan berat. Banyak dari mereka sudah berjaga tanpa istirahat sejak banjir melanda pada Rabu (26/11). Sebagian lainnya tidak dapat bertugas karena rumah mereka juga terendam banjir.
"Walaupun dengan segala keterbatasan, kami tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kondisi ini sudah kami laporkan ke Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh," kata Edy Gunawan.
Sementara itu, RSUD Sultan Abdul Azizsyah (SAAS) Peureulak, Kabupaten Aceh Timur menghentikan pelayanan kesehatan karena seluruh bangunan dan fasilitas di dalamnya terendam banjir.
Saat ini air di sebagian besar ruangan sudah mulai surut, tetapi meninggalkan tumpukan lumpur tebal di area rumah sakit. Beberapa ruang bagian dalam masih tergenang air banjir.
