Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar shalat istisqa (shalat minta hujan) digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, sebagai bentuk ikhtiar dalam menghadapi ujian kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat.

"Kita tidak hanya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan iman dan takwa kita,” kata Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil di Aceh Barat, Rabu.

Ia mengatakan shalat istisqa bukan hanya sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanaju Wa Ta'ala (SWT).

Selama dua pekan belakangan ini, Kabupaten Aceh Barat sedang menghadapi ujian berupa kebakaran hutan dan lahan yang telah meluas di beberapa titik. 

Baca: Pemkab Aceh Barat instruksi masyarakat gelar shalat istisqa

Berdasarkan data sementara, sekitar 19 hektare lahan terdampak kebakaran, bahkan kabut asap sempat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah yang terpaksa diliburkan.

Tim BPBD Aceh bersama instansi terkait terus bekerja keras di lapangan untuk melakukan upaya pemadaman api di sejumlah titik lokasi kebakaran.

Hingga Rabu (28/1), kata Said Fadheil, lebih dari 14 hektare lahan yang selama ini terbakar berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat titik api yang terus ditangani untuk dipadamkan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Baca: 13 personel Mandala Agni bantu pemadaman kebakaran lahan di Aceh Barat



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026