Banda Aceh (ANTARA) - Guru SDN 19 Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, Anisa (45) mengaku anak-anak pelajar di sekolah tempatnya mengajar semangat ke sekolah pascabencana, salah satunya karena adanya program makan bergizi gratis (MBG).

"Murid-murid semuanya semangat, kalau untuk makan MBG semuanya datang,” kata Anisa dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Jumat.

Anisa mengatakan, siswa-siswinya  antusias dengan adanya MBG, mereka semangat hadir ke sekolah. Apalagi, sampai saat ini tidak ada kendala apapun dengan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.

“Tiap hari kami menerima MBG dari hari Senin sampai Sabtu dengan menu berbeda-beda. Ada nasi kuning dan ada nasi putih, untuk menunya ada ikan, telur hingga daging," ujar Anisa.

Kehadiran MBG di lokasi bencana membuktikan bahwa negara hadir untuk menjamin masa depan generasi penerus, bahkan di masa sulit sekalipun.

Baca: BGN dorong SPPG pasok kebutuhan MBG dari produk daerah setempat

Di tengah duka pascabencana alam melanda sejumlah wilayah, justru program MBG hadir menjadi pelipur lara bagi anak-anak warga korban bencana banjir bandang.

Pasca bencana, program MBG pelayanan pemenuhan gizi disalurkan untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak-anak tetap terjaga di situasi darurat menjangkau hingga daerah pedalaman.

Selain mengisi perut, program ini bertujuan mencegah malnutrisi dan menjaga imunitas anak-anak yang rentan terserang penyakit di daerah terdampak bencana.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola MBG, mengutamakan keamanan dan higienitas pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Sejumlah siswa mengaku senang dengan adanya MBG di sekolah. Anak-anak dengan polos mengaku jujur makanannya suka dan enak. Bahkan, ada yang membawa pulang lauk MBG untuk keluarga di rumah.

Sebagai informasi, saat ini TNI sedang merenovasi gedung sekolah serta fasilitas belajar di SDN setempat. Meski sedang diperbaiki, aktivitas belajar mengajar di sana tetap berlangsung.

Baca: BGN distribusikan makanan program MBG kepada pengungsi banjir



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026