Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 30 ton daging sapi untuk tradisi hati pemotongan hewan (meugang) Aceh yang disediakan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam kegiatan pasar murah habis diserbu masyarakat, karena harganya diberi subsidi oleh pemerintah setempat..

"Sejak hari ini pertama kita laksanakan pasar murah daging meugang, sekitar 30 ton daging (sudah termasuk tulang, kulit, jeroan) telah dibeli masyarakat dengan harga subsidi," kata Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, di Banda Aceh, Selasa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DP2KP dan kolaborasi dengan Perumda Tirta Daroy serta Perwakilan Bank Indonesia Aceh melaksanakan pasar murah daging meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sejak 15-18 Februari 2026 pada 12 titik penjualan yang telah ditetapkan dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Ia menyebutkan harga jual daging meugang di pasar murah tersebut Rp140 ribu per kilogram karena telah disubsidi pemerintah kota. Artinya, menjadi lebih murah dari harga pasar saat tradisi meugang yakni mencapai Rp180 per kilogram,
  
Iskandar menjelaskan, 30 ton daging meugang yang telah dijual tersebut  dari total 41 ekor sapi dengan berat rata-rata 700-800 kg yang dipotong sejak hari pertama pelaksanaan hingga  sore ini (11 titik).

"Jadi, kalau kalau dengan rata-rata berat sapinya itu, maka sebanyak 30 ton daging termasuk kulit, tulang dan jeroan sudah terbeli oleh masyarakat," ujarnya.

Adapun jumlah pemotongan daging meugang pasar murah itu yakni pada Minggu (15/2) sebanyak delapan ekor, tersebar di kawasan Lhong Raya empat ekor, Lampoh Daya dua ekor, dan pasar Neusu dua ekor.

Kemudian pada Senin (16/2) sebanyak 13 ekor, tersebar di wilayah Lam Ara dua ekor, Pasar Aceh tiga ekor, Batoh dan Lampaseh masing-masing empat ekor.

Selanjutnya hari ini 19,5 ekor sapi, tersebar di empat titik penjualan yakni Lampaseh Aceh dan Punge Ujong masing-masing lima ekor, Lamglumpang 5,5 ekor dan Jeulingke empat ekor.

Ia mengatakan pasar murah daging meugang  masih berlangsung hingga besok Rabu (18/2) pada satu titik penjualan di depan kantor PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, rencananya enam ekor sapi bakal dipotong untuk hari meugang terakhir ini.

"Artinya, ketersediaan daging pada pasar murah meugang ini bisa mencapai 35 ton lebih (dengan penambahan besok enam ekor lagi atau sekitar 4,5 ton ton)," katanya.

Iskandar menjelaskan, pelaksanaan pasar murah daging meugang ini sebagai salah satu upaya pemerintah Banda Aceh mengendalikan inflasi menjelang Ramadhan, khususnya pada pembelian daging.

"Selain upaya mengendalikan inflasi, lewat pasar murah ini Pemko Banda Aceh juga ingin memberikan daging berkualitas dengan harga murah kepada masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari kebutuhan daging meugang di Banda Aceh sekitar 50-60 ton, maka pasar murah ini sudah cukup membantu menekan inflasi di ibu kota Provinsi Aceh itu.

"Kebutuhan daging meugang diperkirakan sebesar 50-60 untuk Banda Aceh, jadi kalau yang sudah terjual di pasar murah sebanyak 30 ton, maka pemerintah sudah membantu memenuhi 50 persen dari kebutuhan, apalagi ditambah besok sehari lagi," demikian Iskandar.



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026