Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan pembangunan sebanyakn 12 unit hunian sementara (huntara) bagi masyarakat korban banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat yang dikerjakan oleh BNPB saat ini hampir rampung.

“Bisa jadi minggu depan ini, huntara nya sudah ditempati,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi didampingi Wakil Bupati Said Fadheil dan Plt Sekda Dr Kurdi kepada wartawan di Meulaboh, Senin.

Tarmizi mengatakan ia bersama sejumlah pejabat terkait, juga sudah melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan huntara di daerahnya, guna memastikan realisasi tahapan pembangunan yang sampai saat ini masih terus berjalan.

Baca juga: BPBD: Progres pembangunan huntara di Pidie Jaya capai 80 persen

Ia menjelaskan, pembangunan huntara di Kabupaten Aceh Barat tidak banyak, dan hanya berjumlah 12 unit saja, karena jumlah rumah masyarakat yang rusak akibat bencana alam banjir bandang pada 25 November 2025 lalu sangat sedikit.

Pembangunan huntara juga sebagai upaya pemerintah pusat, untuk menyediakan hunian tinggal sementara bagi masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang, sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap) yang akan dilaksanakan nantinya.

Bupati Tarmizi menargetkan para korban banjir di daerahnya, dapat menempati hunian sementara dalam bulan suci Ramadhan ini, sehingga nantinya ketika Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tiba, masyarakat tidak lagi berada di tenda pengungsian.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memastikan para korban bencana alam, juga masih mendapatkan biaya hidup dari pemerintah, termasuk sarana bantuan apabila telah menempati hunian sementara nantinya, demikian Tarmizi.

Baca juga: BNPB persilahkan korban banjir bandang di Nagan Raya bangun hunian mandiri



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026