Simeulue (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue, Provinsi Aceh, menyelidiki kasus kematian seorang pria paruh baya yang ditemukan tergantung di dapur rumah di Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue Iptu Putu Gede Purwita di Simeulue, Kamis, mengatakan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur tindak pidana atau tidak dalam kematian pria paruh baya tersebut.

"Kami menyelidiki dan mendalami kematian pria paruh baya yang ditemukan tergantung di dapur rumahnya. Penyelidikan untuk mengungkap apakah unsur tindak pidananya atau tidak," kata Putu Gede Purwita.

Sebelumnya, pria paruh baya berinisial IH (53) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di dapur rumah di Dusun Suka Damai, Desa Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, pada Rabu (25/2) sekira pukul 17.00 WIB.

Putu Gede mengatakan kejadian tersebut awalnya diketahui saksi Zulfadli Hasan, warga setempat. Saat itu, saksi hendak mengantarkan makanan berbuka puasa kepada korban.

Baca: Wanita pencari lokan meninggal dunia diterkam buaya

"Saat memasuki rumah dan menuju dapur, saksi melihat korban dalam keadaan tergabung dengan tali terikat di leher. Saksi panik dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar," katanya.

Teriakan saksi, kata dia, didengar Mauzul, tetangga korban. Mauzul masuk ke rumah. Saksi Zulfadli sempat meminta tolong kepada Mauzul melepas tali menjerat leher korban, tetapi tidak berani.

Selanjutnya, kedua warga tersebut memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar serta melaporkan ke Polsek Simeulue Timur, kata Putu Gede Purwita.

Ia  mengatakan jenazah korban dibawa ke rumah sakit guna menjalani otopsi untuk memastikan penyebab kematian. Tim forensik Polres Simeulue melakukan olah tempat kejadian perkara. 

"Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Korban dilaporkan memiliki riwayat gangguan kejiwaan," kata Putu Gede Purwita.

Baca: Berenang di pantai, anak empat tahun di Simeulue tewas tenggelam



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026