Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh mengajak masyarakat di Tanah Rencong bijak dalam berbelanja meski mendapatkan tunjangan hari raya (THR) selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah guna mengendalikan inflasi di daerah itu.
"Kami akan terus sampaikan terkait konsep belanja bijak kepada masyarakat agar inflasi dapat terkendali," kata Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan Agus Chusaini dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) terkait perkembangan perekonomian Aceh, program kerja Bank Indonesia Aceh serta program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 di Banda Aceh.
Agus menyebutkan Aceh mengalami inflasi hingga 6,69 persen pada Januari 2026 secara tahunan (year on year) dibandingkan Januari 2025 atau meningkat tajam 3,55 persen dalam hitungan bulanan (month to month).
Ia mengatakan inflasi Aceh tersebut akibat peristiwa besar bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 yang mengakibatkan terputusnya jalur distribusi barang serta mengganggu produksi beberapa komoditas strategis terutama sektor pangan.
"Pengendalian inflasi tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi harus adanya upaya bersama, salah satunya perilaku konsumsi (belanja) masyarakat yang lebih bijak," ujarnya.
BI Aceh tidak bosan-bosan mengkampanyekan dan terus mendorong masyarakat untuk berbelanja bijak, terutama saat Ramadhan hingga Idul Fitri nantinya dalam pengendalian inflasi Aceh.
Dirinya menyebutkan, ada empat langkah utama gerakan belanja bijak yang harus dilakukan yakni bijak membeli atau cukup sesuai kebutuhan dan tidak belanja lebih guna mencegah panic buying yang bisa memicu kenaikan harga.
Kemudian bijak memilih dengan mengutamakan pangan lokal serta bumbu olahan yang lebih awet serta memiliki harga relatif stabil. Lalu, bijak konsumsi, hentikan pemborosan pangan.
Selanjutnya bijak bertransaksi yakni mengutamakan pembayaran non tunai melalui QRIS karena lebih aman, praktis dan efisien.
Agus menambahkan menjelang Idul Fitri ini rata-rata masyarakat mendapatkan THR, sehingga kerja sama untuk berbelanja bijak sangat diharapkan agar inflasi tetap terkendali.
"Jangan sampai karena mendapat THR belanja menjadi berlebihan. Harapannya, dengan belanja bijak ini dapat menahan lonjakan permintaan, sehingga inflasi bisa lebih terkendali," kata Agus.
Di sisi lain, dirinya juga menuturkan bahwa kondisi ekonomi Aceh masih dalam tahapan pemulihan pascabencana, apalagi dampaknya masih cukup terasa terutama pada sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.
Ia optimistis ekonomi Aceh mulai membaik, karena sejak Januari 2026, sudah terlihat adanya perbaikan setelah turun tajam pada Desember 2025.
"Kini mulai ada tanda-tanda kenaikan. Walaupun belum kembali seperti sebelum bencana, tren positif sudah terlihat," katanya.
Dirinya berharap, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat agar masyarakat bisa kembali bekerja seperti sedia kala.
"Jika masyarakat kembali bekerja, Insya Allah pertumbuhan ekonomi semakin baik," demikian Agus Chusaini.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026