Banda Aceh (ANTARA) - Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir akhir November 2025 lalu.

"Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional," kata Ketua 
FKIJK Aceh yang juga Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, di Aceh Tamiang, Kamis.

Fadhil mengatakan, bantuan melalui program FKIJK Aceh Peduli ini menjadi simbol kuat bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tanggung jawab sosial mendukung kehidupan keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Baca juga: FKIJK ajak Kodam IM kolaborasi sukseskan event sport tourism 2025
 

Renovasi Masjid Syuhada ini merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan.

Kolaborasi ini, kata Fadhil, menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Fadhil menyampaikan, bantuan renovasi masjid ini bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, melainkan juga sebagai wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.

Kehadiran industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya ini menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. 

"Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar Fadil Ilyas.

Sementara itu, Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya," katanya.

Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa semua pihak memiliki visi yang sama dalam membangun umat. 

"Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” demikian Daddi Peryoga.


Baca juga: Pacu ekonomi Aceh, FKIJK perkuat sinergi dan kolaborasi



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026