Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan sebanyak 3.005 unit hunian sementara (huntara) masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di kabupaten itu sudah ditempati.

"Hingga saat ini, sebanyak 3.005 unit huntara sudah ditempati masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025," kata Iskandar Usman Al-Farlaky yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Bupati mengatakan dari 3.005 unit hunian sementara tersebut, sebanyak 2.346 unit di antaranya merupakan huntara insitu atau hunian yang dibangun di tanah asal warga terdampak bencana.


Baca juga: Kurir paket divonis 16 tahun 6 bulan penjara, ini sebabnya

Sedangkan sebanyak 659 unit lainnya merupakan huntara komunal. Huntara komunal merupakan hunian sementara yang terpusat di suatu tempat dalam satu kawasan.

Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan ribuan huntara yang sudah ditempati tersebut tersebar di 18 kecamatan di kabupaten Aceh Timur, yakni meliputi Madat, Pante Bidari, Peureulak Barat, Simpang Ulim, dan Banda Alam.

Kemudian, Kecamatan Idi Rayeuk, Peunaron, Julok, Ranto Peureulak, Serbajadi, Simpang Jernih, Rantau Selamat, Indar Makmur, Idi Tunong, Peudawa, Sungai Raya, serta Kecamatan Darul Aman.

"Selain huntara yang sudah ditempati tersebut, sebanyak 138 unit huntara insitu dan 14 kopel huntara komunal lainnya masih dalam proses pembangunan," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Dari 138 unit huntara insitu yang sedang dibangun tersebut, kata Bupati, sebanyak 112 unit di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen dan 26 unit lainnya masih di bawah 50 persen.

Sedangkan proses pembangunan huntara komunal, kata dia, dari 14 kopel yang sedang dibangun, sembilan kopel di antaranya dengan progres lebih dari 50 persen. Sedangkan lima kopel lainnya dengan progres pembangunan kurang dari 50 persen.

Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan ada beberapa kendala dalam pembangunan hunian sementara tersebut. Di antaranya lokasi cukup jauh seperti di Serbajadi, Pante Bidari, dan Simpang Jernih. 

Lokasi yang jauh tersebut menyulitkan saat pengangkutan material huntara. Selain itu, keterbatasan dan ketersediaan material juga menjadi kendala pembangunan hunian bagi korban bencana hidrometeorologi tersebut, kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

"Kendari ada kendala, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB terus memacu pembangunan hunian. Kami mengusahakan huntara tersebut sudah dapat ditempati sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.


Baca juga: Bupati Aceh Timur ingatkan korban bencana jaga fasilitas huntara



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026