Simeulue (ANTARA) - Pemerintah Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, yang merupakan desa terluar di Provinsi Aceh, membangun dermaga apung darurat sebagai akses penyeberangan masyarakat.
Camat Kecamatan Simeulue Timur Ali Afwan di Simeulue, Jumat, mengatakan pembangunan dermaga darurat tersebut menggunakan anggaran dana Desa Pulau Siumat tahun anggaran 2025.
"Dermaga darurat dibangun setelah dermaga yang ada rusak parah dan tidak dapat digunakan. Pembangunan dermaga darurat menggunakan dana desa di desa itu dengan nilai terbatas," kata Ali Afwan.
Dermaga darurat tersebut dibangun menggunakan drum plastik dan kayu. Dermaga darurat dibangun untuk akses masyarakat ke kapal motor menuju Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue, maupun sebaliknya.
Baca: Pemerintah desa pulau terluar salurkan ratusan sak beras kepada warga
Jarak tempuh dari Pulau Siumat ke Sinabang yang berada di Pulau Simeulue selama dua setengah jam pelayaran. Lama perjalanan bisa lebih apabila cuaca di perairan tidak bersahabat.
Ali Afwan mengatakan pembangunan dermaga darurat tersebut dilakukan karena saat ini kondisi dermaga permanen dalam kondisi rusak berat.
"Keberadaan dermaga darurat tersebut ini membantu dan memudahkan yang hendak ke Pulau Simeulue. Kami upayakan dermaga yang rusak dapat diperbaiki," kata Ali Afwan.
Safawi, warga Simeulue, dermaga tersebut menjadi akses satu-satunya masyarakat di Pulau Siumat jika hendak menaiki kapal motor menuju ke Pulau Simeulue.
"Menuju Pulau siumat itu hanya satu aksesnya, yakni jalur laut dan dermaga itu satu-satunya di pulau tersebut. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki dermaga yang rusak tersebut," kata Safawi.
Baca: Organisasi kemanusiaan bangun sumur air untuk masyarakat pulau terluar
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026