Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal bersama wakilnya Afdhal Khalilullah melaksanakan program membelanjakan baju serta perlengkapan lebaran lainnya menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah lainnya anak yatim di kota setempat.
“Alhamdulillah hari pertama kami melaksanakan kegiatan belanja bersama para yatim di Pasar Atjeh. Per anak kita berikan Rp500 ribu untuk berbelanja kebutuhan lebaran,” kata IIliza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Jumat.
IIliza menjelaskan, program belanja untuk anak yatim ini dilaksanakan sejak 12 hingga 18 Maret mendatang dengan penerima manfaat sekitar 1.500 anak yatim dari seluruh kecamatan di Kota Banda Aceh.
Dirinya menyampaikan, program tersebut merupakan agenda tahunan yang terus diperluas agar semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan kebahagiaan Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Ini kegiatan rutin setiap tahun seperti tahun lalu, namun tahun ini jumlahnya bertambah. Mudah-mudahan tahun depan bisa jauh lebih besar lagi sehingga semakin banyak anak yatim yang bisa kita bahagiakan menyambut Idul fitri,” ujarnya.
Baca: FOTO - Belanja lebaran bersama anak yatim
Illiza mengajak masyarakat Kota Banda Aceh untuk ikut berpartisipasi menyantuni anak yatim. Salah satunya melalui gerakan menabung untuk anak yatim.
Diharapkan, seluruh masyarakat kota dapat ikut mendukung, terutama bagi yang mampu, dengan menyisihkan rezekinya untuk para yatim.
Illiza menekankan, kepedulian terhadap anak yatim merupakan amanah yang diajarkan dalam Islam. Karena itu, besar harapan agar kegiatan ini menjadi gerakan bersama masyarakat untuk menebar kepedulian dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.
"Insya Allah jika kita lakukan bersama, tidak ada lagi anak yatim di Banda Aceh yang tidak tersantuni dengan baik,” demikian Illiza Sa'aduddin Djamal.
Baca: KWPSI salurkan bantuan daging meugang untuk anak yatim korban banjir
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.