Nagan Raya (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram, mulai melakukan penormalan arus listrik ke sejumlah titik hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. 

“Proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap, seiring selesainya pembangunan fisik bangunan tersebut,” kata Manajer PLN ULP Jeuram, Syamsul Rizal kepada ANTARA, Senin.

Ia menyatakan bahwa meskipun proses pembangunan huntara belum mencapai 100 persen, pihaknya berkomitmen untuk langsung menyalakan listrik pada unit-unit yang telah siap huni.

"Posisi yang sudah selesai langsung kita nyalakan terus secara bertahap," kata Syamsul Rizal menambahkan.

Ia menyebutkan, penyaluran arus listrik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, mencakup dua kategori bangunan, diantaranya di huntara mandiri yaitu bangunan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat.

Kemudian huntara BNPB, yaitu bangunan bantuan yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk unit bangunan komunal (satu bangunan dengan lima pintu).

Syamsul menyebutkan pihaknya masih terus berkoordinasi mengenai data desa dan jumlah unit yang siap dialiri listrik. Saat ini, fokus utama juga diarahkan pada penyediaan jaringan listrik di lokasi-lokasi pengungsian yang masih menggunakan tenda.

Baca: BNPB pasok kebutuhan pengungsi di huntara Beutong Ateuh

"Untuk yang di pengungsian (tenda), saat ini juga sedang dalam proses pembangunan jaringan," tambahnya.

PT PLN (Persero) saat ini terus berupaya memastikan seluruh warga terdampak segera mendapatkan akses listrik yang layak, dengan melakukan penormalan arus listrik ke lokasi hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana. 

Proses penyambungan ini dilakukan secara bertahap seiring dengan rampung nya pembangunan unit-unit hunian tersebut.
Meskipun pembangunan belum mencapai 100 persen, PT PLN (Persero) ULP Jeuram terus berupaya agar unit yang sudah selesai segera dialiri listrik, kata Syamsul.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, saat ini sebanyak 379 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih menghuni tenda pengungsian karena masih menunggu proses pembangunan barak huntara yang saat ini dikerjakan oleh BNPB melalui masing-masing vendor.

Sebagian pengungsi di daerah tersebut saat ini masih mengandalkan sarana penerangan seadanya pada malam hari, karena pemerintah masih terus berupaya memperbaiki jaringan listrik, termasuk memasok jaringan listrik ke lokasi huntara yang saat ini sedang dilakukan pembangunan.

Meski masih tinggal di tenda pengungsian, saat ini BNPB dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih terus memasok kebutuhan penyintas bencana ke lokasi pengungsian.

Hal ini sebagai upaya membuktikan kepada penyintas bencana, bahwa hingga saat ini pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, masih terus hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian.

Baca: BPBD: 268 KK penyintas banjir di Nagan Raya tempati huntara



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026