Banda Aceh (ANTARA) - Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional I Aceh memperkuat literasi keuangan syariah untuk kalangan insan pers di provinsi ujung paling barat Indonesia itu guna meningkatkan pemahaman dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Insan pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat dalam menyebarkan pemahaman yang benar mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” kata RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan di Masjid Landmark BSI, Banda Aceh, Senin.
Di sela-sela kegiatan literasi keuangan syariah (Kajian Ramadhan) untuk insan pers, ia menjelaskan sebagai lembaga keuangan syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Kami meyakini bahwa pemahaman yang baik terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah akan mendorong terciptanya sistem keuangan yang lebih adil, transparan, dan memberikan kemaslahatan yang luas,” katanya.
Menurut dia peran media menjadi sangat strategis, karena insan pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi masyarakat dalam menyebarkan pemahaman yang benar mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
“Kami juga berharap lewat kegiatan Kajian Ramadhan bersama media ini dapat mempererat silaturahmi antara BSI Regional Aceh dengan rekan-rekan media, sekaligus menghadirkan pembelajaran yang bermanfaat bagi kita semua,” katanya.
Baca: Ini yang dilakukan BSI hadapi lonjakan transaksi saat Lebaran
Pihaknya juga berharap lewat kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan syariah, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami serta memanfaatkan layanan keuangan syariah secara maksimal.
Ia menambahkan BSI hadir sebagai bank syariah kebanggaan umat, yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas.
Ia menyebutkan rincian kinerja keuangan BSI per Desember 2025 dengan total aset mencapai Rp456 triliun dengan laba bersih Rp7,57 triliun.
Kemudian untuk total Pembiayaan Rp318,84 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp380 triliun dan melayani lebih dari 23,1 juta nasabah.
Sementara itu, untuk Aset BSI Regional Aceh posisi Desember 2025 tercatat sebesar Rp25,3 triliun dengan jumlah Dana Pihak Ketiga Rp 20,7 triliun dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp23,7 triliun.
Ia mengatakan pencapaian aset tersebut mengukuhkan posisi BSI sebagai pilar utama ekonomi syariah, yang didukung oleh transformasi digital melalui BYOND by BSI serta inovasi bullion bank.
Baca: OJK: Total dana pihak ketiga di perbankan Aceh capai Rp44,57 triliun
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.