Banda Aceh (ANTARA) - Relawan Koalisi Muda Nanggroe (Kamoe) melakukan aksi potong rambut massal anak-anak yang masih di tenda pengungsian Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Dengan cukur rambut ini, setidaknya kita sedikit memudahkan anak-anak dan orang tua untuk membersihkan diri menyambut lebaran," kata Founder Kamoe, Allam Thoriq, di Aceh Utara, Senin.
Allam mengatakan, masih banyak para penyintas banjir yang tinggal di tenda darurat, dan mereka membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terutama para dermawan.
Baca juga: Jubir: Pencairan bantuan rumah di Aceh Utara tunggu validasi
Karena itu, mereka berinisiatif membangkitkan semangat pengungsi dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri, salah satunya dengan aksi potong rambut massal bagi 30 anak-anak di tenda pengungsian tersebut.
Seperti diketahui, setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, mayoritas umat muslim selalu mematangkan persiapan menyambut hari kemenangan tersebut, termasuk menjaga penampilan masing-masing.
Dirinya menuturkan, aksi potong rambut ini dilaksanakan mengingat lima hari lagi umat Islam bakal menyambut Idul Fitri, maka sedikitnya mereka bisa membantu anak-anak di sana lebih bersih.
"Apalagi Desa Bukit Linteung ini kan agak jauh jaraknya. Nah, setidaknya kita bisa membantu mereka membersihkan diri," kata Allam.
Selain aksi potong rambut, mereka juga berencana untuk membagikan baju lebaran, mukenah, sajadah, peci, baju koko dan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara pada Rabu lusa (18/3).
Allam menegaskan, tujuan dari aksi sosial ini untuk menghadirkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang masih bertahan di tenda pengungsian pasca banjir di Aceh Utara.
Serta, ingin menumbuhkan semangat solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak muda Aceh.
Dengan melibatkan berbagai komunitas, mahasiswa dan relawan, aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang menguatkan rasa kemanusiaan serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari dampak bencana.
"Bersama para relawan ingin memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban para pengungsi, khususnya dalam menjalani ibadah Ramadhan di tengah keterbatasan," demikian Allam Thoriq.
Baca juga: 528 Huntara di Aceh Utara ditargetkan rampung sebelum Lebaran
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026