Beijing (ANTARA) - Invasi Israel yang dibackup Amerika Serikat (AS) terhadap Iran menuai kecaman dari negara-negara adikuasi, karena kerap menargetkan pemimpin tertinggi yang berperan dalam proses negosiasi.

Kecaman terbaru datang Pemerintah China terhadap pembunuhan para pemimpin Iran maupun serangan terhadap warga sipil oleh Israel. Hal itu dinilai tidak hanya meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, melainkan juga memperjauh upaya negosiasi damai.

Seperti diketahui Israel baru saja menewaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Larijani dalam sebuah serangan pada Selasa (17/3). Serangan itu juga menewaskan putranya, Morteza Larijani; deputi urusan keamanan di sekretariat dewan tersebut, Alireza Bayat; serta beberapa orang lainnya.

"China terkejut mendengar kabar tersebut. Pembunuhan terhadap para pemimpin Iran serta serangan terhadap sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (19/3).


Baca juga: Indonesia tunda pembahasan Board of Peace akibat Perang Iran


Ali Larijani adalah sosok yang penting bagi proses perdamaian di Timur Tengah. Santer diberitakan, Ali adalah salah satu tokoh sentral pembicaraan damai Iran - Israel, bahkan disebutkan pemerintah Iran sempat bersedia menghentikan pengayaan uranium.

Namun, sebelum kesepakatan damai terwujud, Israel dibackup AS tiba-tiba menyerang Iran. Tidak hanya mengubur dialog diplomatik kedua negara, zionis Israel juga membunuh juru runding, Ali Larijani. Karena itu banyak kalangan menilai, Israel memang menginginkan perang berkobar di Timur Tengah.


Baca juga: Nekat lintasi Selat Hormuz, Iran ancam serang setiap kapal


Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan sukarelawan Basij, dalam serangan AS- Israel.

"Di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah, di mana ketegangan terus meningkat dan meluas, komunitas internasional secara luas menyerukan adanya gencatan senjata sesegera mungkin dan penghentian permusuhan. Kami mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah kawasan tersebut terjerumus ke dalam kekacauan," kata Lin Jian.

Lin Jian menyebut saat ini Utusan Khusus pemerintah China untuk Timur Tengah Zhai Jun berkeliling ke negara-negara di Timur Tengah untuk membantu meredakan situasi dan mewujudkan perdamaian.

Zhai Jun disebut bertemu dengan Menlu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir, serta para Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Liga Arab. 

Ia meminta dua kubu yang berkonflik untuk segera menghentikan serangan militer demi mencegah kekacauan total. China mendorong adanya dialog diplomasi dan negosiasi, penyelesaian perbedaan melalui jalur politik dan diplomatik.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Rabu (18/3) pun bersumpah bahwa "para pembunuh kriminal" di balik pembunuhan sosok Ali Larijani akan segera menerima balasan.

Dalam pernyataan di akun media sosial X, Mojtaba mengatakan pembunuhan Larijani menunjukkan pentingnya keberadaan dirinya hingga terjadi permusuhan yang dipendam oleh musuh-musuh Islam terhadapnya.

AS dan Israel terus melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang hingga kini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran pun membalas dengan serangan drone dan rudal dengan menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

 

Baca juga: Dituduh jadi milisi Israel, Partai oposisi Kurdi nyatakan tidak akan serang Iran

 


 



 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026