Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan akan melakukan pembangunan satu unit rumah bantuan layak huni kepada Zuretti, warga Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, yang selama ini menempati rumah yang sangat tidak layak huni karena berkontruksi dari pelepah rumbia.

“Insyaa Allah selesai Idul Fitri ini sudah kita mulai pembangunan rumah nya,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada wartawan, Sabtu.

Ia mengatakan, rencana membangun rumah permanen bagi keluarga miskin ini, dilakukan sebagai upaya untuk memberikan perhatian dan perlindungan kepada masyarakat miskin, yang selama ini hidup dalam kondisi tidak layak karena rumahnya beralaskan tanah dan berdinding pelepah rumbia.

Tarmizi mengatakan pembangunan rumah permanen bagi keluarga miskin tersebut akan diupayakan melalui dana CSR atau bantuan dari para pengusaha yang tergabung dalam "Grup Investasi Akhirat".

“Mengingat proses penganggaran APBK yang membutuhkan waktu lama, kita upayakan pakai dana CSR. Agar masyarakat bisa menempati rumah permanen, tidak lagi seperti ini,” katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, Zuretti bersama dua anaknya selama delapan tahun belakangan ini menempati rumah yang tidak memiliki listrik, dan menghuni rumah yang sangat tidak layak di huni dengan konstruksi pelepah rumbia.

“Rumah tersebut dihuni oleh dua anak yatim. Fasilitas dasar mulai dari ruang utama hingga dapur dinilai sangat tidak memadai, ditambah lagi tidak adanya aliran listrik selama ini,” kata Tarmizi.

Namun menjelang lebaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah membantu pemasangan aliran listrik ke rumah Zuretti, sehingga masyarakat miskin di daerahnya kini tidak perlu lagi hidup dalam gelap gulita pada malam hari, dan tidak perlu lagi menyalakan lampu secara tradisional.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026