Banda Aceh (ANTARA) - UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menyatakan hingga Selasa (24/3) atau H+3 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah melayani sebanyak 15.638 penumpang baik itu pemudik maupun wisatawan yang berlibur ke Kota Sabang, Aceh.
"Aktivitas di pelabuhan selama Idul Fitri ini cukup padat, dan kemarin itu Selasa (24/3) adalah puncaknya," kata UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue, Husaini saat dikonfirmasi, di Banda Aceh, Rabu.
Berdasarkan data yang disampaikan, adapun 15.638 penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh sejak Minggu (22/3) H+1 hingga H+3 tersebut terbagi dari 8.991 orang yang berangkat dan 6.647 kedatangan.
Husaini menegaskan, dari keseluruhan penumpang tersebut, 80 persen adalah masyarakat luar terutama asal sumatera seperti Pekanbaru, Padang dan Sumatera Utara yang ingin berlibur ke Sabang, dan selebihnya baru pemudik.
"Hampir 80 persen itu wisatawan yang berlibur ke Sabang, bukan pemudik," ujarnya.
Dirinya menyampaikan, penumpang pada Idul Fitri ini di luar perkiraan awal, mereka memprediksi pengunjung ke Sabang tidak setinggi ini mengingat Aceh masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Meskipun sedikit turun dari 2025 lalu, tetapi tidak signifikan seperti saat libur natal dan tahun baru (nataru) 2026 lalu yang menurun drastis hingga 36 persen. Lebaran ini, hanya turun tujuh persen dibandingkan Idul Fitri sebelumnya.
"Nataru kemarin sampai 36 persen penurunan angka penyeberangan itu. Kami sempat khawatir Idul Fitri ini juga sama karena jembatan nasional di Bireuen belum optimal (yang rusak pascabencana). Tapi ternyata hanya turun tujuh persen. Dan Alhamdulillah semua bisa kita layani dengan baik," katanya.
Ia menuturkan, pelayanan pelayaran terhadap masyarakat dapat terlayani dengan baik karena pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti penambahan trip hingga rekayasa parkir.
Adapun penambahan trip sendiri untuk kapal lambat atau Ferry Aceh Hebat 2 dan KMP BRR, dari sebelumnya tiga menjadi lima trip. Sedangkan kapal cepat Express Bahari ditambah menjadi empat dari hari biasanya dua trip.
Sedangkan untuk rekayasa parkir, pihaknya melakukan sistem buffer zone (zona penyangga) dengan memanfaatkan lahan warga yang berada di luar pelabuhan mengingat tempat parkir khusus di dalam hanya muat 98 kendaraan roda empat.
"Tapi yang parkir hampir 300 mobil, sehingga kami berlakukan buffer zone. Kita kerja sama dengan masyarakat yang punya lahan di luar. Kemudian, baru diizinkan masuk dua jam sebelum keberangkatan," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Husaini juga menyampaikan bahwa layanan di pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh berjalan lancar karena sudah serba digital, mulai dari pembelian tiket hingga perparkiran yang memakai sistem e-money.
"Kita sudah digitalisasi, semua penumpang jauh-jauh hari bisa pesan-pesan tiket sehingga tidak ada antrean. Termasuk memilih tempat duduk, bisa langua dilakukan secara online. Alhamdulillah semuanya berjalan efisien dan pelayanan sangat efektif," demikian Husaini.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.