Banda Aceh (ANTARA) - Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma memberikan penghargaan kepada anggota Polri yakni Aipda Maulizar sebagai Kanit Intel Polsek Sawang Polres Aceh Utara karena telah mengevakuasi ratusan warga saat banjir Aceh akhir 2025.

"Kita memberikan apresiasi penghargaan dan motivasi agar semangat pengabdian ini terus terjaga,” kata Sudirman Haji Uma, di Aceh Utara, Jumat.

Sudirman menyatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi serta pengabdian luar biasa kepada masyarakat, meskipun harus mempertaruhkan nyawa saat menyelamatkan warga yang terjebak banjir.

“Ini sangat menggugah perasaan dan rasa simpati kita. Beliau telah berupaya untuk menyelamatkan masyarakat meskipun dirinya sempat terseret arus banjir hingga mobilnya terbawa," ujar Sudirman.

Sebelumnya, Aipda Maulizar menceritakan, aksi tersebut dilakukan saat pertama kali dirinya menerima laporan ketinggian air mencapai lima meter di sejumlah desa. Lalu, ia langsung bergerak ke lapangan meskipun kondisi rumahnya sendiri mulai terendam.

Di tengah perjalanan, mobil yang dikendarainya sempat terseret arus akibat tingginya genangan air, dan ia  kemudian menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela kendaraan.

Setibanya di lokasi, bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana, Aipda Maulizar memimpin proses evakuasi warga, termasuk para santri yang terjebak di dalam bangunan mushala dengan ketinggian air hampir mencapai atap. Sekitar 200 warga berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Baca: Mayat korban banjir kembali ditemukan di kebun warga di Aceh Utara

Namun, saat melanjutkan evakuasi pada pagi hari, ia kembali diterjang banjir kiriman dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter. Dalam kondisi kelelahan, ia terseret arus sejauh kurang lebih 800 meter hingga akhirnya tersangkut di batang bambu di tengah derasnya arus.

Di tengah situasi tersebut, Aipda Maulizar terjebak selama sekitar 12 jam tanpa bantuan, tanpa makanan, dan dalam kondisi komunikasi yang terbatas. 

Dalam kondisi pasrah, ia sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan pesan terakhir terkait posisinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Setelah kondisi fisiknya mulai pulih, ia berusaha berenang keluar hingga akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim yang melakukan pencarian.

Sudirman menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengabdian yang patut menjadi teladan bagi aparat lainnya. Perjuangannya luar biasa. Bahkan mengabaikan keselamatan diri demi masyarakat. 

"Kita berharap semangat seperti ini dapat menumbuhkan sinergi antara Polri dan masyarakat serta melahirkan lebih banyak prestasi di kalangan kepolisian,” katanya.

Ia juga berharap kisah yang dialami Aipda Maulizar dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Bukan untuk mencari pujian, tetapi ini adalah ketulusan dalam berbuat kebaikan demi mendapatkan pahala dari Allah SWT,” demikian Sudirman.

Baca: Relawan Kamoe potong rambut massal anak-anak di tenda pengungsian Aceh Utara



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026