Banda Aceh (ANTARA) - Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar mencatat angkutan kargo dari bandara setempat menurun selama periode lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, disebabkan adanya bencana alam dan lainnya.
"Untuk kargo agak ada penurunan, dikarenakan mungkin ada faktor bencana alam yang terjadi," kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM,
Setiyo Pramono, dalam jumpa pers angkutan mudik lebaran 2026, di Banda Aceh, Senin.
Selain bencana alam, kata dia, penurunan angkutan kargo dari Bandara SIM ini juga dipengaruhi oleh aktivitas jual beli masyarakat melalui elektronik, sehingga transaksinya dilakukan sebelum lebaran.
"Karena biasanya, komoditi kargo di Bandara SIM ini hanya dari e-commerce (perdagangan digital), Jadi dia terjadi lonjakan itu sebelum lebaran," ujarnya.
Berdasarkan rekapan, angkutan kargo atau barang selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah melalui bandara SIM hanya 254,2 ribu ton, menurun sekitar delapan persen dibandingkan lebaran tahun sebelumnya mencapai 276,5 ribu ton.
Baca: Angkutan kargo selama mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh menurun
"Jadi skala persentasenya turun delapan persen terhitung H-8 hingga H+8," katanya.
Tetapi di sisi penumpang, lanjut Setiyo, terjadi kenaikan yakni mencapai 43.056 penumpang, sedangkan untuk periode yang sama tahun sebelumnya hanya 40.372 orang, atau tumbuh tujuh persen.
"Untuk jumlah penerbangannya juga mengalami kenaikan, di mana pada 2026 sebanyak 356 dan tahun sebelumnya 334 penerbangan, naik tujuh persen," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Setiyo menegaskan bahwa hingga hari ini tidak terjadinya kendala yang berarti di Bandara SIM, hanya masalah cuaca sehingga membuat satu pesawat sedikit bermasalah, tetapi langsung normal di hari yang sama.
"Tidak ditemukan adanya insiden yang berarti di Bandara Sultan Iskandar Muda hingga H-8 lebaran ini," demikian Setiyo Pramono.
Baca: AP: Penumpang arus mudik di Bandara SIM naik 8,3 persen
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026