Banda Aceh (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Besar memprioritaskan pengembangan sektor pertanian dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi dalam rencana pembangunan tahun 2027.

“Arah kebijakan pembangunan  tahun 2027 berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tahun 2025-2029, adalah pengembangan potensi pertanian, pariwisata,” kata Kepala Bappeda Aceh Besar Agus Husni di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Lubok, Ingin Jaya, Selasa.

Ia menjelaskan pembangunan akan difokuskan pada peningkatan akses infrastruktur  yang nantinya akan menjadi pusat konsentrasi dan tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten itu rata-rata per tahun dari  2022 hingga 2026 sebesar 2,96 persen dan untuk Indeks Pembangun Manusia (IPM) berada pada 77,46 atau berada di atas Provinsi yang berada pada angka 76,23 dan Nasional pada angka 75,90.

Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A Jalil meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah dapat merespon dan memperhatikan usulan dari Musrenbang gampong dan kecamatan sehingga bisa dirancang ke dalam sebuah kebijakan teknis yang efektif, efisien sesuai kapasitas dan kemampuan keuangan daerah. 

Bappeda Aceh Besar menghadirkan para pakar sebagai pembicara pada Musrenbang, antara lain Guru Besar Pertanian Nasional, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia dan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Aceh, Muhajir.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026