Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Aceh periode 2026-2031 yang dinahkodai anggota DPR RI asal Aceh H Ruslan M Daud (HRD), Selasa malam.
Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di hotel Hermes Banda Aceh itu, Cak Imin menegaskan bahwa kepemimpinan PKB ditentukan oleh keteladanan, kesetiaan pada nilai-nilai perjuangan dan keberanian menjaga amal.
"Perlu saya tekankan bahwa sumpah janji yang diucapkan bukan formalitas. Ia adalah ikrar kesetiaan kepada PKB, bangsa, negara dan rakyat Indonesia, dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT," kata Cak Imin.
Sementara itu, dalam sambutannya, H Ruslan M Daud menyatakan bahwa amanah ini sangat berat. Bukan hanya tanggung jawab kepada masyarakat Aceh dan negara, tetapi lebih dari itu, yakni tanggung jawab dihadapan Allah SWT.
Dalam kesempatan ini, dirinya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada PKB pada Pemilu legislatif 2024 lalu.
Selain itu, terima kasih tak terhingga juga disampaikan kepada para alim ulama dan seluruh santri Aceh yang selama ini terus membersamai perjuangan PKB.
"Kepercayaan ini bukan sekadar kemenangan politik, tetapi merupakan mandat moral yang harus kami jaga dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Ruslan menegaskan, PKB adalah partai yang lahir dari rahim ulama dan pesantren, hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa nilai-nilai Islam membersamai kebijakan publik dan kehidupan berbangsa.
PKB bukanlah partai yang eksklusif, melainkan rumah besar bagi semua kalangan yang ingin mengabdi kepada agama dan negara.
Sebagaimana arahan Ketua Umum Muhaimin Iskandar, bahwa PKB harus membuka diri, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak baik partai politik, ormas, maupun seluruh elemen masyarakat.
"Karena kita menyadari, tanpa kolaborasi, sebuah perjuangan tidak akan pernah mencapai hasil yang maksimal," ujarnya.
Ia menambahkan, Aceh memiliki dua kekuatan besar, yaitu kekayaan alam dan sumber daya keilmuan dan ulama. Namun, persoalannya adalah, kekuatan-kekuatan ini belum terintegrasi dengan baik.
"Ulama berjalan sendiri, akademisi berjalan sendiri, kekuatan politik berjalan sendiri. Padahal jika semua ini bersatu, maka Aceh akan menjadi kekuatan besar yang tidak bisa
dipandang sebelah mata," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Ruslan menyampaikan bahwa capaian PKB di Aceh saat ini merupakan modal besar untuk berbuat lebih banyak.
Di mana, dengan perolehan dua kursi di DPR RI, sembilan kursi di DPR Aceh serta 54 kursi di DPRK kabupaten/kota se Aceh, maka ini menjadi kekuatan riil yang harus dimaksimalkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Kekuatan ini bukan untuk kebanggaan, tetapi untuk pengabdian. Karena itu, seluruh kader PKB harus menjadikan jabatan sebagai ladang ibadah," kata H Ruslan M Daud.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026