Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia bangun kembali dua unit sekolah yang rusak akibat bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat.
“Insya Allah, jika tidak ada halangan, tahun 2026 ini dua sekolah yang rusak akibat bencana hidrometerologi tahun lalu akan di bangun pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Zulkifli, Sabtu.
Ia mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah menerima kunjungan tim dari Kemendikbud Republik Indonesia ke Kabupaten Nagan Raya, guna melakukan survey lokasi dan pendataan ke lokasi sekolah yang rusak akibat bencana alam.
Zulkifli mengatakan pemerintah daerah saat ini juga telah menyiapkan dua lokasi untuk pembangunan dua unit sekolah, masing-masing SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang dan SMP Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang, termasuk kelengkapan administrasi tanah.
Saat ini, kata dia, proses untuk penyiapan administrasi tersebut masih terus disempurnakan, sehingga diharapkan dalam tahun 2026 pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Pihaknya juga sudah mendapatkan arahan dari Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan guna memaksimalkan rencana pembangunan dua unit sekolah di wilayah terdampak paling parah terkena bencana alam banjir bandang pada tahun lalu.
Ia menyebutkan, dengan adanya pembangunan dua unit sekolah di lokasi ini, diharapkan ke depan ratusan siswa korban bencana alam di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh tidak lagi belajar di sekolah darurat seperti yang saat ini berlangsung, kata Zulkifli.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh menyatakan sebanyak 220 orang murid SD dan siswa SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat hingga saat ini masih belajar di tenda darurat.
Ada pun jumlah siswa yang saat ini masih belajar di sekolah darurat diantaranya SMP Negeri Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya dengan jumlah siswa laki-laki sebanyak 54 orang, dan siswa perempuan sebanyak 43 orang, sehingga total berjumlah 97 orang.
Kemudian SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yaitu jumlah siswa laki-laki sebanyak 55 orang dan siswa perempuan berjumlah 68 orang, sehingga total keseluruhan berjumlah 123 orang.
Zulkifli mengatakan gedung sekolah lama tidak dapat digunakan dan pemerintah daerah telah mengupayakan fasilitas sekolah darurat agar pendidikan siswa terus berlanjut.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026