Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) menyatakan bahwa progres pembersihan lumpur lumpur pascabencana banjir di Aceh sudah mencapai 92 persen atau sebanyak 480 dari 519 sasaran.
"Progres pembersihan lumpur se Aceh 92 persen berdasarkan data posko hingga 6 April 2026," kata Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, Safrizal ZA, di Aceh Besar, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Safrizal ZA dalam kegiatan media gathering terkait laporan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam Aceh, di aula The Padee, Aceh Besar.
Baca juga: Update rehabilitasi sawah terdampak Bencana Sumatera, realiasi Aceh paling rendah
Adapun tren pembersihan lumpur di Aceh hingga 6 April 2026 yakni, terdapat 519 sasaran, dan 480 diantaranya sudah selesai dikerjakan, sedangkan sisanya 39 lagi masih dalam proses pembersihan.
Kata dia, untuk tahapan pertama yaitu pembukaan akses jalan nasional telah selesai 100 persen dilaksanakan sejak 25 Januari 2026, dan kini pembersihan lumpurnya difokuskan pada fasilitas umum.
"Tahap dua difokuskan pada perbaikan saluran drainase/parit, dan pembersihan tanah/lumpur yang menimbun atau menutup akses di beberapa titik," ujarnya.
Safrizal menjelaskan, pembersihan lumpur dilaksanakan oleh Satgas PRR melalui program cash for work (padat karya tunai) masyarakat serta penugasan personel pusat, mulai dari praja IPDN hingga TNI/Polri.
"Lumpur memang masih cukup banyak, tetapi TNI, Polri, BNPB dan kita sendiri juga terus berupaya membersihkan lumpur yang ada di masyarakat, maupun di sarana-sarana publik," tegasnya.
Untuk program cash for work sendiri, lanjut dia, sejauh ini sudah berjalan di Desa Meunasah Lhok Kecamatan Meureudu dan Desa Meunasah Raya Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sejak 28 Maret 2026 dengan kekuatan 375 orang.
Mereka, membersihkan fasilitas umum, badan jalan, drainase hingga rumah warga. Untuk rumah masyarakat hanya dibagian luar saja, mengingat pekerja tidak berani masuk ke dalam karena merupakan wilayah privasi.
Safrizal menambahkan, untuk program cash for work pembersihan lumpur ini, Kementerian PU bakal menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi agar menggerakkan mahasiswanya.
"Saya dengar dari Kementerian PU juga akan ada kerjasama dengan kampus-kampus untuk menggerakkan penanganan ini," demikian Safrizal ZA.
Baca juga: Satgas PRR kebut pembersihan lumpur bencana Sumatera, begini realisasinya
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026