Istanbul (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan zionis Israel ke Lebanon di tengah proses negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Aksi militer Israel dinilai bakal menghambat perdamaian yang ingin diwujudkan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataan resmi pada Rabu (8/4) mengutuk keras serangan Israel terhadap Lebanon, karena makin banyak korban jiwa dari warga korban sipil. Selain itu, apa yang dilakukan rezim Benyamin Nentanyahu meningkatkan risiko gagalnya upaya gencatan senjata Iran-AS.
Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan terhadap jatuhnya korban dari warga sipil dan kerusakan pada banyak infrastruktur publik di Lebanon.
“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut dan upaya menuju perdamaian yang langgeng serta menyeluruh di kawasan,”demikian pernyataan tersebut dilansir dari Reuters.
Baca juga: Momen haru Prabowo cium kepala bayi prajurit TNI yang gugur di Lebanon
Ia menekankan bahwa Israel wajib mematuhi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Dalam aturan tersebut seharusnya warga sipil dan infrastruktur publik harus dilindungi setiap saat.
"Serangan Israel yang menargetkan mereka (warga dan infrastruktur publik) tidak dapat diterima,” ujarnya.
Baca juga: Hadapi potensi operasi AS, Iran perkuat pertahanan Pulau Kharg
Iran dan AS sebelum serangan Israel ke Lebanon telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 2 pekan terhitung sejak 7 April lalu. Ini adalah upaya perundingan damai kedua pihak sejak Israel yang dibackup "Paman Sam" memborbardir Iran sejak 28 Februari 2026.
Agresi militer dua negara tersebut telah menewaskan dan melukai banyak orang terutama warga sipil di Iran.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB: Serangan Israel di Lebanon mengancam perdamaian di Timur Tengah
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026