Banda Aceh (ANTARA) - Kalangan penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang berharap pemerintah daerah membangun jembatan sementara yang menjadi akses ke pemukiman penduduk.

Muhammad Hendra Vramenia, penyintas bencana yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan jembatan tersebut sebelumnya dihancurkan pada saat pembersihan pemukiman penduduk pascabencana. Jembatan tersebut juga tidak terlalu lebar, ukurannya kurang dari dua meter.

"Jembatan sejenis pelat beton itu dihancurkan sekitar dua bulan lalu menggunakan alat berat ekskavator. Kami tidak tahu alasan kenapa jembatan tersebut dihancurkan," katanya.

Baca juga: Satgas PRR akomodir usulan tambahan 97 Huntara baru di Aceh Tamiang

Menurut dia, jembatan tersebut merupakan akses utama puluhan keluarga yang tinggal di Kompleks Perumahan Budi 1, Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat jembatan tersebut dihancurkan, kata Muhammad Hendra, warga di pemukiman tersebut masih tinggal mengungsi di rumah keluarga, kerabat, maupun tempat pengungsian lainnya.

"Kini, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Putusnya jembatan tersebut membuat warga terpaksa mencari jalur alternatif agar bisa pulang," kata Muhammad Hendra.

Ia menyebutkan jalur alternatif tersebut sulit dan berisiko, melalui jalan sempit milik warga lainnya. Situasi semakin parah ketika hujan turun karena jalan berlumpur dan sulit dilalui. 

Sebelumnya, kata dia, jembatan tersebut hanya mengalami penumpukan lumpur akibat banjir. Pada saat pembersihan lumpur, justru dibongkar menggunakan alat berat.

Muhammad Hendra mengharapkan pemulihan jembatan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat warga setempat merupakan korban bencana yang seharusnya mendapatkan dukungan, bukan justru menghadapi kesulitan tambahan.

"Kami sedang dalam kondisi terdampak musibah. Kami berharap pemerintah hadir membantu membangun jembatan, walau untuk kondisi sementara," kata Muhammad Hendra.


Baca juga: Meninggal akibat sakit berat di Jakarta, Senator pulangkan jenazah warga Aceh Tamiang



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026