Banda Aceh (ANTARA) - Penyintas bencana di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, mengharapkan pembangunan hunian sementara (hunian) karena rumah mereka rusak parah akibat longsor.

"Kami berharap pembangunan hunian sementara. Ada sebanyak 56 keluarga masih mengungsi dan belum bisa kembali akibat bencana hidrometeorologi," kata Jalimin, penyintas bencana, yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Jalimin mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan tanah longsor.. longsor tersebut menghantam puluhan rumah di Kampung Mendele.

Ia menyebutkan hingga kini penyintas bencana dari Kampung Mendele sebagian masih mengungsi di rumah kerabat dan ada juga yang bertahan di tenda. Sebagian lain, menyewa rumah.

"Kami berharap pemerintah segera membangun hunian sementara agar penyintas bencana bisa kembali. Saat ini baru ada enam pembangunan hunian dari sebuah lembaga kemanusiaan," katanya.

Selain pembangunan hunian, Jalimin mengatakan penyintas bencana dari Kampung Mendele juga mengharapkan rehabilitasi kebun kopi mereka yang rusak saat longsor akhir November 2025.

"Hampir semua penyintas bencana dari Mendele merupakan pekebun kopi. Dengan adanya rehabilitasi kebun kopi diharapkan dapat memulihkan mata pencaharian masyarakat terdampak bencana," kata Jalimin.

Terkait bantuan pemerintah, Jalimin mengungkapkan ada beberapa bantuan sudah diterima, seperti dana stimulan ekonomi, uang isi hunian, serta bantuan jatah hidup.

"Bantuan jatah hidup atau jadup yang diterima baru sebulan. Sedangkan tiga bulan lainnya belum kami terima. Penyintas bencana yang menumpang di rumah kerabat atau menyewa juga belum menerima bantuan data tunggu hunian," kata Jalimin 



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026