Simeulue (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, memasang papan informasi terkait potensi bahaya guna mencegah interaksi negatif buaya dengan manusia.
Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah di Simeulue, Jumat, mengatakan papan informasi potensi bahaya satwa liar tersebut dipasang di Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.
"Pemasangan papan informasi ini untuk memberitahukan kepada masyarakat ada bahaya potensi buaya, sehingga masyarakat yang beraktivitas di wilayah ini bisa lebih meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Supriman mengatakan ada beberapa poin dalam papan informasi yang dipasang, di antaranya bagi pemancing, wisatawan, maupun masyarakat agar berkoordinasi warga setempat terkait keamanan lokasi.
Kemudian, menghindari untuk masuk ke perairan yang tidak diketahui ada tidaknya buaya. Saat berperahu, agar menghindari menurunkan anggota tubuh ke dalam air.
Baca: Wanita pencari lokan meninggal dunia diterkam buaya
"Masyarakat atau nelayan juga dihimbau agar tidak membuang bangkai binatang, sampah rumah tangga di sungai. Apabila menemukan adanya buaya segera melaporkan kepada TNI, Polri maupun aparatur desa," kata Supriman.
Selain pemasangan papan informasi bahaya buaya, DKP Kabupaten Simeulue juga menyosialisasikan penanganan mitigasi konflik satwa liar dengan manusia di desa tersebut.
"Sosialisasi ini dilakukan berdasarkan surat edaran terkait penanganan konflik antara satwa liar, di antaranya buaya dengan manusia di Kabupaten Simeulue," katanya.
Menurut dia, sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya nelayan. Apalagi sebelumnya pernah terjadi serangan buaya terhadap manusia di wilayah tersebut.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di lokasi yang ada potensi satwa liar seperti buaya ini. Ini untuk mencegah interaksi buaya dengan manusia," kata Supriman.
Baca: BKDSA imbau nelayan Pulau Banyak tidak beraktivitas di habitat buaya
Pewarta: Ade IrwansahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026