Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Imigrasi Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima melalui inovasi Imigrasi Peka Terasa ("IES").
Petugas Imigrasi Banda Aceh menyisir beberapa lokasi di Banda Aceh, Senin, untuk melakukan layanan "jemput bola" bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Layanan prioritas ini menyasar tiga orang pemohon paspor baru yang tengah berjuang melawan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk datang langsung ke kantor.
Petugas diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan setiap warga negara mendapatkan hak layanan keimigrasian tanpa hambatan fisik.
Pelaksanaan layanan meliputi seorang pemohon di dalam ambulans di area darurat. Seorang pemohon dilayani di RSUD Zainoel Abidin (RSUZA). Serta dua pemohon lainnya dilayani di kediaman masing-masing.
Keempat pemohon tersebut mengajukan pembuatan paspor baru yang rencananya akan digunakan untuk keperluan pengobatan lanjutan ke luar negeri.
Baca: Imigrasi Banda Aceh gelar Operasi Wirawaspada
Pelayanan keimigrasian tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB berjalan dengan tertib dan lancar. Layanan IES diharapkan dapat terus menjadi solusi bagi kelompok rentan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Banda Aceh, mempertegas fungsi Imigrasi sebagai pelayan masyarakat yang humanis.
Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh Bambang Tri Cahyono menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dedikasi instansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan responsif, terutama dalam situasi darurat medis.
"Layanan IES ini kami rancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hari ini, kami melakukan pengambilan data biometrik dan wawancara di lokasi-lokasi yang cukup menantang secara teknis, namun demi kemanusiaan, hal tersebut menjadi prioritas utama kami," ujar Bambang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Banda Aceh T Ferdian Hadi Mulya mengatakan timnya selalu siap sedia merespons permohonan darurat seperti ini.
"Kami memastikan bahwa meskipun pelayanan dilakukan di luar kantor, seperti di dalam ambulans atau bangsal rumah sakit, standar operasional prosedur dan keamanan data tetap terjaga dengan ketat," katanya.
Ia menambahkan tim Imigrasi Banda Aceh berupaya memberikan kemudahan semaksimal mungkin agar masyarakat yang sedang sakit tidak lagi terbebani oleh urusan administratif paspor di tengah perjuangan mereka untuk sembuh.
"Dengan hadirnya petugas langsung ke tempat pasien diharapkan proses administrasi keberangkatan pasien untuk berobat tidak lagi terbebani oleh kendala birokrasi fisik," kata T Ferdian Hadi Mulya.
Baca: Imigrasi Berlakukan WFH pada hari Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal
Pewarta: RedaksiEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026