Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh menjaring pendapat para guru besar dan akademisi guna membahas rencana perubahan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) menjelang kedatangan 31 anggota Badan legislasi (Baleg) DPR RI besok, Kamis (16/4).

“Kita perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin guna memberikan penjelasan kepada para wakil rakyat besok, ini menjadi momen penting dalam menentukan masa depan Aceh,” kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, di Banda Aceh, Rabu.

Adapun sejumlah guru besar dan akademisi tersebut yakni Prof Faisal, Prof Husni Jalil, Prof Syahrizal Abbas, Prof Azhari, Prof Nazaruddin, Dr Amrizal J Prang dan Dr Usman Lamreung. Mereka berasal dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe.

Untuk diketahui, sebanyak 31 anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dijadwalkan kembali berkunjung ke Aceh pada Kamis (16/4) dalam rangka menggelar rapat dengar pendapat terkait revisi UUPA dengan unsur Pemerintah Aceh dan sejumlah elemen lainnya.

Fadhlullah menyampaikan terima kasih kepada para profesor dan seluruh akademisi yang telah menyumbangkan pemikirannya guna menambah muatan penting dalam perubahan UU tersebut.

“Pembahasannya jadi lebih holistik, sehingga tergambarkan bagaimana norma-norma dalam UUPA itu bergerak untuk kemakmuran Aceh,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, terdapat beberapa poin penting dalam rancangan perubahan UUPA tersebut , di antaranya mengenai kewenangan penyelenggaraan pendidikan, madrasah, pengelolaan migas.

Kemudian, pemerintahan gampong, pengelolaan pelabuhan, qanun, dan perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh menjadi dua persen dari total Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir juga mengapresiasi guru besar dan seluruh akademisi yang telah memberikan masukan kepada Pemerintah Aceh.

Ia juga menekankan kepada seluruh pimpinan SKPA, staf ahli, dan tenaga ahli agar mempersiapkan seluruh bahan dan data yang diperlukan.

"Bahan harus segera disiapkan dengan baik guna menjawab berbagai pertanyaan dari pihak Baleg DPR RI secara komprehensif dan terukur dalam pertemuan besok," demikian M Nasir.
 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026