Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menggandeng Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, guna melakukan kajian kelayakan dan pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Pangan dan Energi Tahun 2026.
“Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen Pemkab Nagan Raya untuk menghadirkan kajian yang berbasis ilmiah, objektif, serta didukung oleh kapasitas akademik yang mumpuni,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya Hizbulwatan dalam keterangan diterima di Nagan Raya, Jumat.
Ia menjelaskan, kajian tersebut dilaksanakan melalui forum diskusi pubik, sebagai upaya menghimpun berbagai pandangan, masukan, serta analisis dari para ahli dan pemangku kepentingan agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.
Pada sektor pangan, pemerintah daerah berencana melakukan pengembangan usaha pengemasan beras dan sistem pergudangan diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.
“Dengan dukungan manajemen yang profesional dan sistem logistik yang baik, BUMD nantinya dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Pada sektor energi, kajian difokuskan pada pemanfaatan biomassa jangkos atau limbah tandan buah segar (TBS) sebagai sumber energi alternatif.
“Potensi sumber daya alam seperti batu bara dan emas juga akan dikaji secara komprehensif, baik dari sisi ekonomi, teknis, maupun dampak lingkungan dan sosial,” sebutnya.
Baca: BUMD Aceh sepakati kerja sama sektor peternakan dengan China
Hizbulwatan mengatakan, kajian yang dilakukan bersama forum diskusi publik tersebut, tidak hanya membahas peluang, tetapi juga harus mengidentifikasi tantangan, risiko, serta strategi mitigasinya secara objektif. Namun mencakup aspek pasar, keuangan, hukum, kelembagaan, hingga tata kelola perusahaan yang baik.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh berharap nantinya hasil kajian ini menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan strategis daerah. Tim peneliti dan akademisi dari Universitas Syiah Kuala melalui Pusat Riset Kita Kreatif juga diharapkan terus memberikan pendampingan dalam proses penyusunan kajian ini.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Nagan Raya Jasman mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian daerah.
"Khususnya pada sektor pangan dan energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus potensi unggulan daerah," tuturnya.
Pelaksanaan kajian ini bekerja sama dengan Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, sebagai mitra akademis yang memberikan dukungan analisis dan kajian ilmiah.
Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menghimpun masukan, saran, dan rekomendasi dari para ahli, praktisi, serta pemangku kepentingan, sekaligus mengkaji kelayakan pendirian BUMD di sektor pangan dan energi, serta merumuskan model kelembagaan dan strategi pengelolaan BUMD yang efektif dan berkelanjutan.
Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala, Prof Mukhlis mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan dalam proses kajian tersebut agar BUMD yang dibentuk nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
Baca: Diaktifkan kembali, BUMD Abdya fokus kuatkan sektor pertanian
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026