Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh, IIliza Sa'aduddin Djamal menyatakan salah satu program prioritasnya yaitu Banda Aceh Academy (BBA) diadopsi dari Apeldoorn Belanda demi meningkatkan kompetensi dan sumber daya manusia (SDM) unggul bagi generasi muda kota setempat.

"Fokus utama pembangunan Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Wujud nyata dari visi tersebut, kita menghadirkan program prioritas Banda Aceh Academy yang kami adopsi dari kerjasama dengan Apeldoorn Belanda," kata IIliza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan IIliza Sa'aduddin Djamal dalam sambutannya saat membuka kegiatan seminar nasional Banda Aceh Academy Talks, di AAC Dayan Dawood Banda Aceh. Kegiatan ini turut diisi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Illiza mengatakan, program tersebut sudah dijalankan sejak periode lama (2012-2017), tetapi dulunya hanya diperuntukkan bagi ASN, tetapi kali ini langsung menyentuh masyarakat, terutama generasi muda Banda Aceh.

Dirinya menjelaskan, program BAA tersebut bukan sekedar pelatihan, tetapi juga menjadi platform strategis pembangunan SDM unggul berbasis kolaborasi.

"BAA dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda, menjembatani dunia pendidikan dan kerja, melahirkan wirausaha dan inovator muda, serta menjadikan Banda Aceh sebagai kota berbasis talenta," ujarnya.

Ia menjelaskan, program BAA tersebut dibangun atas empat pilar utama, pertama digital skill dan teknologi untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital.

Kemudian, kewirausahaan dan ekonomi kreatif untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru dan inovatif. Ketiga, softskill dan kepemimpinan, membentuk karakter komunikasi serta kemampuan kolaborasi.

"Pilar keempatnya adalah link and match (penyelarasan) dengan dunia industri, di mana kita memastikan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja," katanya.

Selain itu, IIliza menyampaikan, kegiatan BAA talks ini menjadi ruang dialog inspiratif yang mempertemukan generasi muda dengan tokoh, praktisi, dan pemimpin inspiratif dari berbagai bidang.

Tujuannya, untuk membuka wawasan generasi muda, membangun jejaring, menumbuhkan semangat inovasi, kepemimpinan serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktek terbaik di berbagai daerah dan sektor.

Kegiatan ini, juga diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk menjadi pemimpin adaptif, visioner dan berdampak. Sehingga nantinya dijadikan agenda tahunan sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda Banda Aceh.

"Melalui Banda Aceh Academy ini, kita menargetkan adanya peningkatan tenaga kerja lokal, berkurangnya pengangguran generasi muda, tumbuhnya startup, usaha kreatif serta meningkatkan daya saing Kota Banda Aceh," demikian IIliza Sa'aduddin Djamal.



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026